Parik Malintang (ANTARA) - Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Padang Pariaman, Sumatera Barat mencatat sejumlah pohon tumbang menimpa rumah, sekolah, dan jalan ke Bandara Internasional Minangkabau (BIM) akibat cuaca ekstrem yang terjadi di daerah itu pada Senin (14/7).
"Tidak ada korban jiwa, (namun) total kerugian semuanya diperkirakan lebih kurang Rp60 juta," kata Kepala Pelaksana BPBD Padang Pariaman Emri Nurman melalui Kepala Bidang Kedaruratan dan Logistik BPBD Padang Pariaman Effendi di Parik Malintang, Selasa.
Ia mengatakan akibat cuaca ekstrem yang menerjang daerah itu pada Senin kemarin mengakibatkan terjadinya angin puting beliung di Kecamatan V Koto Timur.
Akibat kejadian itu, lanjutnya atap rumah warga di kawasan yang terdampak angin puting beliung rusak.
Berdasarkan laporan yang diterima pihaknya, kata dia selain angin puting beliung Padang Pariaman juga diterjang angin kencang yang menimpa rumah di sejumlah kecamatan yaitu di Kecamatan Padang Sago, Batang Gasan, Batang Anai, Aur Malintang, dan Sungai Geringging,
Pohon tumbang akibat angin kencang itu tidak saja merusak rumah warga namun juga SMP Negeri 3 Batang Gasan serta jalan menuju BIM di Kecamatan Batang Anai.
Pihaknya mengimbau warga agar terus meningkatkan kewaspadaan guna meminimalisir potensi terjadinya peristiwa yang tidak diinginkan.
Diketahui Padang Pariaman dan sekitarnya pada Senin pagi diterjang hujan lebat dan angin kencang. Meskipun cuaca ekstrem itu mulai mereda menjelang sore namun malam angin kencang kembali melanda daerah itu. Dan dari pantauan hingga Selasa siang langit masih mendung.
Sebelumnya, Sebanyak tujuh rumah di Nagari Kuranji Hulu, Kecamatan Sungai Geringging, Kabupaten Padang Pariaman, Sumatera Barat ditimpa pohon tumbang akibat cuaca ekstrem yang melanda daerah itu semenjak Senin pagi (14/6) sampai siang ini.
"Dua hari ini Nagari Kuranji Hulu ditimpa cuaca buruk, hujan lebat diserai badai," kata Wali Nagari Kuranji Hulu Salman Hardani di Sungai Geringging, Selasa.
Ia mengatakan akibat cuaca ekstrem tersebut sejumlah pohon di nagari itu tumbang sehingga menimpa tujuh rumah warga. Enam dari tujuh rumah tersebut ditimpa pohon pada Senin kemarin sedangkan satu lagi terjadi pada pagi tadi.
Pihaknya belum melaporkan peristiwa tersebut kepada Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) setempat. Alasan pihaknya belum melaporkan peristiwa itu karena pohon yang menimpa rumah warga masih bisa dievakuasi oleh warga setempat.
