Logo Header Antaranews Sumbar

Wamendikdasmen ingatkan revitalisasi sekolah bukan hanya soal ruang kelas baru

Kamis, 10 Juli 2025 19:43 WIB
Image Print
Sejumlah siswa sekolah dasar melakukan simulasi digitalisaasi pembelajaran papan interaktif di SDN 2 Bodaskarangjati, Purbalingga, Jawa Tengah, Jumat (2/5/2025). Sebanyak 758 sekolah di Jateng mendapatkan Program Revitalisasi Sekolah dan Digitalisasi Pembelajaran yang merupakan bagian dari Program Hasil Terbaik Cepat (PHTC) Presiden Prabowo Subianto, sebagai upaya memberikan ruang belajar yang aman dan sehat untuk semua anak Indonesia. ANTARA FOTO/Idhad Zakaria/nym. (ANTARA FOTO/IDHAD ZAKARIA)

Jakarta (ANTARA) - Wakil Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Wamendikdasmen) Fajar Riza Ul Haq mengingatkan pihak sekolah agar Program Revitalisasi Sekolah tidak hanya dimaknai membangun fisik bangunan semata, namun upaya bersama untuk meningkatkan mutu pendidikan nasional.

Menurutnya, perbaikan atau pembangunan fisik sarana prasarana sekolah harus diiringi dengan perubahan pola pikir dan semangat untuk terus melakukan inovasi karena tantangan pendidikan vokasi ke depan semakin berat.

“Program Revitalisasi Sarana Prasarana ini tidak berdiri sendiri, namun bagian penting dari semangat kita untuk memperbaiki ekosistem pendidikan. Maka terkait erat dengan beberapa program prioritas yang diluncurkan Pak Menteri Abdul Mu'ti seperti Pembelajaran Mendalam dan Koding KA (Kecerdasan Artifisial,” kata Wamendikdasmen Fajar di Jakarta, Kamis.

Ia mengingatkan peran dan tanggung jawab semua pihak, khususnya satuan pendidikan formal untuk membekali peserta didik agar lebih adaptif, berpikir kritis, dan belajar multidisiplin sehingga siap menghadapi perubahan dunia industri yang begitu cepat.

Oleh karena itu pada kesempatan tersebut, ia tidak lupa mengingatkan pentingnya lulusan SMK memiliki karakter yang menjunjung nilai-nilai kemanusiaan, empati, dan bela rasa (solidaritas) di tengah transformasi digital dengan lahirnya akal imitasi (AI).

“Kalau hanya mengandalkan kemampuan intelektual dan keterampilan teknis tanpa dibekali keterampilan lunak (soft skill), kita akan semakin tertinggal oleh AI,” imbuhnya.

Sebagai informasi, Kemendikdasmen telah menetapkan program prioritas nasional Revitalisasi Sarana dan Prasarana Satuan Pendidikan yang Berkualitas guna mewujudkan Asta Cita ke-4, yaitu memperkuat pembangunan sumber daya manusia (SDM), penguatan pendidikan berkualitas, aksesibilitas, sains dan teknologi, serta pembangunan karakter generasi muda yang inovatif dan adaptif.

Program Revitalisasi itu juga merupakan komitmen Presiden Prabowo Subianto dalam meningkatkan sarana prasarana sekolah agar layanan pendidikan berjalan optimal dan dirasakan oleh peserta didik.

Berita ini telah tayang di Antaranews.com dengan judul: Wamendikdasmen: Revitalisasi sekolah bukan hanya soal ruang kelas baru



Pewarta:
Editor: Muhammad Zulfikar
COPYRIGHT © ANTARA 2026