Logo Header Antaranews Sumbar

Pemkab: Berbagai kegiatan di Pasaman Barat telah dilaksanakan dalam 100 hari kerja

Senin, 7 Juli 2025 18:39 WIB
Image Print
Sejumlah mahasiswa yang tergabung dalam Aliansi Mahasiswa Pasaman Barat menyampaikan aspirasi di halaman kantor Bupati Pasaman Barat dalam 100 hari kerja bupati dan wakil bupati, Senin (7/7/2025). ANTARA/Altas Maulana. (Program 10 hari kerja Pemkab Pasaman Barat)

Simpang Empat (ANTARA) - Pemerintah Kabupaten Pasaman Barat, Sumatera Barat telah melaksanakan sejumlah kegiatan di masa 100 hari kerja kepemimpinan Bupati dan Wakil Bupati Pasaman Barat Yulianto-M.Ihpan.

"Dengan keterbatasan anggaran saat in, kita terus berupaya melaksanakan kegiatan dalam 100 hari kerja. Memang belum maksimal tetapi secara bertahap telah kita mulai," kata Penjabat Sekretaris Daerah Pasaman Barat Doddy San Ismail didampingi Asisten Pemerintahan Setia Bakti dan Kepala Dinas Kominfo Armen usai menerima aspirasi dadi Aliansi Mahasiswa Pasaman Barat di Simpang Empat, Senin.

Menurutnya dibidang kesehatan pihaknya telah melaksanakan program pelayanan kesehatan daerah terpencil bekerja sama dengan Ikatan Dokter Indonesia (IDI) Pasaman Barat di daerah Rura Patontang Kecamatan Kota Balingka.

Selain itu juga melaksanakan program berobat gratis di beberapa nagari (desa) . Program ini akan terus dilakukan di tiap nagari nantinya

Lalu dalam rangka menyukseskan asta cita pada sektor pertanian, pihaknya melakukan langkah konkret berupa optimalisasi peralihan lahan tidur seluas 500 hektare menjadi lahan produktif untuk budidaya tanaman padi.

Langkah ini, katanya, sejalan dengan komitmen pemerintah dalam mewujudkan kedaulatan pangan nasional, peningkatan produktivitas pertanian, serta pemberdayaan ekonomi pedesaan.

Program ini dimulai dengan identifikasi lahan tidur yang tersebar di beberapa kecamatan.

Setelah dilakukan pemetaan dan koordinasi dengan pemilik lahan serta pemangku kepentingan lokal, dilakukan kegiatan normalisasi saluran irigasi, pengolahan tanah dan penyediaan sarana produksi seperti benih unggul, pupuk, dan alat mesin pertanian (alsintan) seluas 500 hektare.

Lalu dalam rangka mewujudkan Mal Pelayanan Publik (MPP) secara digital, pihaknya berkomitmen untuk memperkuat kolaborasi vertikal antara pemerintah pusat, pemerintah daerah, serta instansi layanan publik lainnya.

"MPP digital akan menjadi platform terintegrasi yang menghadirkan layanan publik secara lebih mudah, cepat, dan transparan, tanpa mengharuskan masyarakat datang secara fisik ke lokasi layanan," katanya.

Salah satu langkah konkret yang disiapkan adalah menghadirkan pelayanan terpadu gratis melalui MPP digital.

Program ini mencakup layanan prioritas seperti pengurusan Surat Izin Mengemudi (SIM) gratis dan pembebasan pajak kendaraan tertentu, yang akan dilakukan secara daring dan terintegrasi dengan sistem masing-masing instansi, seperti kepolisian dan samsat.

Lalu penyediaan sekolah rakyat. Lahan untuk sekolah rakyat itu telah disediakan seluas 6,4 hektare di Padang Tujuh Kecamatan Pasaman.

"Sehubungan dengan kondisi anggaran kita, maka dilakukan beberapa langkah, antara lain optimalisasi pengumpulan pajak daerah secara maksimal, seperti pajak rumah makan, pajak kendaraan, dan pajak galian C. Terutama dari perusahaan perkebunan. Langkah lainnya meliputi revitalisasi penerangan jalan umum, balik nama kendaraan non BA S serta program-program lainnya," katanya.

Selanjutnya telah terlaksananya pembentukan koperasi merah putih di 90 nagari, pelaksanaan operasi pasar murah untuk menstabilkan harga makanan pokok di masyarakat, rehabilitasi kampung nelayan Rp22 miliar di Kecamatan Sasak Ranah Pasisia.

"Kita juga telah melakukan pembayaran hutang belanja Pemkab sebesar Rp35 miliar dari Rp89,5 miliar," katanya.

Koordinator aksi Aliansi Mahasiswa Pasaman Barat Ridho Kurnia saat menyampaikan aspirasi mengatakan agar Pemkab Pasaman Barat bergerak cepat dalam melaksanakan berbagai pembangunan.

"Kami ingin Pemkab Pasaman Barat berbuat nyata untuk masyarakat. Sektor kesehatan dan pendidikan harus jadi prioritas selain sektor lain. Jangan hanya kegiatan serimonial saja," katanya.

Selain itu pihaknya juga menginginkan Pemkab Pasaman Barat bisa menjemput anggaran ke pemerintah pusat di tengah situasi anggaran daerah yang segala terbatas.

Penyampaian aksi oleh aliansi mahasiswa itu berjalan dengan aman dan tertib di bawah pengawalan pihak kepolisian yang dipimpin oleh Kabag Ops Kompol Muzhendra serta dari TNI dan Satuan Polisi Pamong Praja.



Pewarta:
Uploader: Jefri Doni
COPYRIGHT © ANTARA 2026