Logo Header Antaranews Sumbar

Polres Lahat Selidiki Kasus Bocah Tertimbun Longsor

Selasa, 8 Oktober 2013 16:18 WIB
Image Print

Palembang, (Antara) - Kasus tewasnya seorang bocah tertimbun longsor tanah bekas kegiatan tambang galian C di Desa Muara Maung, Kecamatan Merapi Barat, Kabupaten Lahat, Sumatera Selatan, Senin (7/10) sedang diselidiki anggota kepolisian resor setempat. "Kasus tewasnya seorang bocah akibat tertimbun tanah longsor bukan sebagai bencana sehingga penanganannya tidak melalui pendekatan sosial tetapi dengan tindakan hukum," kata Kabid Bantuan dan Jaminan Sosial Dinas Sosial Sumatera Selatan MS Sumarwan, di Palembang, Selasa. Dijelaskanya, tanah longsor yang mengakibatkan tujuh bocah tertimbun dan satu diantaranya meninggal dunia atas nama Agustinus (7), merupakan lokasi tambang galian C bukan disebabkan faktor alam. Untuk mengungkap penyebab bagaimana terjadinya peristiwa tanah lokasi tambang galian C tiba-tiba longsor dan mengapa anak-anak sampai main ke tempat itu. Musibah yang terjadi di salah satu desa di Kabupaten Lahat itu perlu dijadikan pelajaran dan perhatian para orang tua agar menjaga anak-anaknya ketika bermain sehingga tidak jatuh korban lagi, kata Sumarwan. Sementara sebelumnya Kapolres Lahat AKBP Budi Suryanto mengatakan pihaknya telah memerintahkan Kapolsek Merapi Barat AKP Fahrizon untuk melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP) dan menghimpun keterangan saksi di lokasi bocah tewas tertimbun tanah longsor itu. Berdasarkan data awal, sebelum terjadinya peristiwa itu ada 10 anak usia sekolah dasar bermain di daerah aliran sungai Lematang Lahat, kemudian tujuh orang diantaranya mendekati tebing curam yang tiba-tiba tanahnya longsor. Dalam peristiwa itu enam orang bisa diselamatkan warga sekitar dan satu orang meninggal atas nama Agustinus berusia sekitar tujuh tahun. Untuk mengungkap kasus tersebut, sekarang ini anggota terus berupaya melakukan penyelidikan dan mengembangkan keterangan para saksi, kata dia pula. (*/jno)



Pewarta:
Editor:
COPYRIGHT © ANTARA 2026