Logo Header Antaranews Sumbar

DPR RI dan Kemenkes RI gelar Germas kesehatan jiwa pengaruhi stunting

Minggu, 26 November 2023 15:49 WIB
Image Print
Perwakilan Kemenkes RI bersama Legislator RI, Ade Rezki Pratama dan Bupati Agam saat pemeriksaan kesehatan kegiatan Germas (Antara/Al Fatah)

​​​​​​​Bukittinggi (ANTARA) -

DPR RI dan Kemenkes menggelar sosialisasi gerakan masyarakat hidup sehat (Germas) dengan materi pengaruh kesehatan jiwa dalam mencegah stunting untuk mewujudkan generasi emas Indonesia 2045.
DPR RI melalui legislator komisi IX Ade Rezki Pratama bersama perwakilan Direktorat Kesehatan Jiwa Kemenkes RI, Bambang Purwanto memberikan arahan Germas kepada ratusan warga di Panampung, Kabupaten Agam, Minggu.
Kegiatan ini didampingi oleh Bupati Agam, Andri Warman dengan menitikberatkan upaya mewujudkan generasi emas Indonesia 2045 yang salah satunya harus dimulai dari daerah.
"Kesehatan mental pada ibu saat hamil dan pasca melahirkan serta di usia emas anak pada balita bisa memengaruhi terjadinya stunting, kondisi stres atau baby blues seorang ibu menyebabkan depresi panjang yang berpengaruh terhadap anak," kata Bambang Purwanto.
Ia meminta penjagaan kesehatan mental baik untuk anak dan ibu harus dimulai sejak awal guna melahirkan tokoh-tokoh bangsa yang akan dimulai dari target nasional Indonesia Emas.
"Kesehatan mental dimulai dari keluarga terkecil, Sumatera Barat bisa dijadikan contoh dengan banyaknya lahir tokoh nasional sejak dulu. Peran serta kedua orangtua sangat diperlukan," kata Bambang yang menjabat sebagai Fungsional Promosi Kesehatan Dan Ilmu Perilaku Ahli Madya Tim Kerja Promosi Kesehatan Jiwa Dan Kemitraan Kemenkes RI.
Ia mengatakan sosialisasi dan edukasi harus dilakukan terus menerus dimulai dari hal-hal kecil. Pengaruh seorang kepala menjadi strategis untuk menciptakan generasi berprestasi.
"Kaya atau rupawan itu mungkin takdir, tapi menjadikan anak hebat melalui kepintaran itu merupakan hasil dari ikhtiar atau usaha dari penanggung jawab keluarga. Saya masih melihat bapak yang merokok di sekitar anaknya, ini perlu perhatian karena secara tidak langsung menjadikan anak terpapar nikotin," kata Bambang.
Sementara itu, Anggota DPR RI Komisi IX, Ade Rezki Pratama mengungkap berdasarkan laporan dari World Population Review 2023, rata-rata skor IQ orang Indonesia adalah sebesar 78.49. Angka tersebut merupakan yang paling rendah di antara negara di Asia Tenggara lainnya, kecuali Timor Leste yang memiliki skor yang sama dengan Indonesia
"Berdasarkan dari hasil tersebut, mengindikasikan bahwa daya otak, kemampuan, dan bakat anak-anak Indonesia sangat perlu diasah secara maksimal," kata Ade.
Rendahnya skor IQ rata-rata orang Indonesia juga dapat disebabkan karena beberapa faktor, antara lain pernikahan anak usia dini, putus sekolah, rendahnya literasi, kualitas pendidikan, hingga stunting.
"Untuk dapat membangun SDM Indonesia yang berkualitas, pemerintah melakukan upaya peningkatan kapasitas, kualitas, dan kapabilitas guna mencapai Indonesia Emas pada 2045," kata dia.
Berdasarkan hasil Survei Status Gizi Indonesia (SSGI) tahun 2022, sudah dipublis oleh Menteri Kesehatan pada tanggal 25 Januari 2023 lalu, bahwa angka prevalensi Stunting di Sumbar, mengalami kenaikan sebesar 1,9 persen dari posisi 23,3 menjadi 25,2 persen.Sementara untuk Kabupaten Agam di angka 20,84.



Pewarta:
Editor: Siri Antoni
COPYRIGHT © ANTARA 2026