Logo Header Antaranews Sumbar

Dinkes Pasaman Barat terus upaya tekan angka stunting secara spesifik

Minggu, 6 Agustus 2023 16:22 WIB
Image Print
Pemkab Pasaman Barat melakukan audit kasus stunting sebagai antisipasi penambahan kasus baru beberapa waktu lalu. Antara/HO-Diskominfo Pasaman Barat.

Simpang Empat,- (ANTARA) -

Dinas Kesehatan Kabupaten Pasaman Barat, Sumatera Barat terus melakukan upaya percepatan penanganan penurunan angka stunting secara spesifik sampai ke tingkat kejorongan atau dusun.
Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Pasaman Barat Hajran Huda di Simpang Empat, Minggu, mengatakan, pihaknya telah melakukan program mulai dari remaja perempuan memberikan obat tambah darah.
Diharapkan saat menikah dapat sehat dengan diberikan satu butir dalam satu minggu atau empat sebulan untuk anak SMP dan SMA melalui Puskesmas.
Kemudian calon pengantin sekalian penyuluhan juga diberikan tambahan darah saat hamil.
"Kalau ada ibu hamil yang kekurangan energi kalori (KEK) dan lengannya kurang dari 35 cm maka diberikan makanan tambahan. Diharapkan juga ibunya sehat maka bayinya akan sehat. Jika memang nanti anaknya lahir kurang gizi maka diberikan pemberian makanan tambahan (PMT bagi bayinya setelah enam bulan dan kita pantau terus terhadap yang stunting," sebutnya
Pihaknya akan terus memantau melalui puskesmas, posyandu dan polindes sehingga mengetahui nama dan alamat untuk mempermudah intervensi.
"Untuk penanggulangan yang cara sensitif dilakukan oleh Organisasi Perangkat Daerah terkait dan juga ada Tim Pemantau Keluarga (TPK) yang terdiri dari kader KB, bidan desa dan lainnya," katanya.
Berdasarkan data Survei Status Gizi Indonesia (SSGI), angka stunting di daerah itu tahun 2022 berada pada angka 35,5 persen atau di atas rata-rata nasional yang tercatat 21,6 persen
Padahal, pada tahun 2021 angka prevelensi stunting Pasaman Barat ada diangka 24 persen
"Dibanding periode tahun 2021, angka prevelensi stunting kita di tahun 2022 mengalami peningkatan 11,5 persen. Kita harus kerja keras agar bisa diturunkan lagi. Kita ajak semua stakeholder terkait berkumpul, kita akan cari solusi," kata Wakil Bupati Pasaman Barat Risnawanto. ***3***



Pewarta:
Editor: Siri Antoni
COPYRIGHT © ANTARA 2026