Bupati minta PPL harus serius jalani tugas karena sebagai ujung tombak

id Penyuluh, bupati, produksi pertanian, tanaman padi, Pesisir Selatan,lumbung pangan

Bupati minta PPL harus serius jalani tugas karena sebagai ujung tombak

Bupati minta PPL harus serius dalam menjalankan tugas, guna meningkatkan kesejahteraan petani. (ANTARA/HO)

Painan (ANTARA) - Bupati Pesisir Selatan Rusma Yul Anwar meminta para Penyulu Pertanian Lapangan (PPL) agar dengan serius dan sungguh-sungguh dalam menjalankan tugas karena merupakan ujung tombak dalam meningkatkan produktivitas pertanian di daerah itu.

Hal itu disampaikan Rusma Yul Anwar saat membuka Pencanangan Plakat turun ke Sawah musim II (Oktober - Maret 2022/2023) dan musim tanam I (April - September 2023) serta Sosialisasi percepatan peningkatan pendapatan petani padi (TP3) tahun 2022 di Hotel Saga Murni, Kamis (27/10)

Dalam kegiatan tersebut selain Bupati, juga dihadiri Kepala Dinas Pertanian dan Peternakan Pessel, Madrianto, Tim TP3 Padi Sumbar, Joni, Sekretaris Dinas Perikanan Sumatera Barat, Sukarli, PPL, Balai Penyuluh Pertanian (BPP), Camat dan para undangan lainya.

"Petugas (PPL) ini menjadi ujung tombak dilapangan dalam meningkatkan kesejahteraan petani," tegas Bupati.

Dalam meningkatkan kesejahteraan petani, kata bupati, merupakan persolaan yang serius di daerah ini, karenanya diperlukan kesungguhan dari penyuluh dalam menjalani tugasnya sehingga program yang dilakukan dapat terwujud sesuai yang diharapkan.

Sebab, peran penyuluh memang vital dalam pembinaan kepada petani guna memastikan penerapan teknologi yang direkomendasikan, menfasilitasi penumbuhan dan pengembangan kelembagaan petani dan ekonomi petani di daerah itu.

"Sekali lagi, saya minta kepada penyuluh untuk bekerja dengan sungguh - sungguh. Saya tidak butuh penghargaan tapi bukti nyata," ujaranya.

Ia menyebutkan, apa pun kegiatan yang dilaksanakan Aparatur Sipil Negara (penyuluh) ditengah - tengah masyarakat perlu dilakukan dengan kesungguhan dalam mendukung program karena itu merupakan sebuah amanah dan tanggung jawab.

"Kesungguhan dalam menjalankan amanah, tentu akan membuah hasil maksimal, sebaliknya kalau tidak sungguh - sungguh semua ini akan mubazir," ungkapnya.

Selain itu, penting kepada camat juga untuk saling berkoordinasi dengan Wali nagari dan pihak terkait lainya, tutupnya.

Kepala Dinas Pertanian dan Peternakan Pesisir Selatan Madrianto menambahkan saat ini ada sebanyak 107 penyuluh daerah itu, jumlah yang ada belum sebanding dengan banyaknya jumlah nagari (182 nagari) yang seharusnya di masing - masing nagari memiliki satu tenaga penyuluh.

Dalam kegiatan tersebut selain Bupati, juga dihadiri Kepala Dinas Pertanian dan Peternakan Pessel, Madrianto, Tim TP3 Padi Sumbar, Joni, Sekretaris Dinas Perikanan Sumatera Barat, Sukarli, PPL, Balai Penyuluh Pertanian (BPP), Camat dan para undangan lainya.

Kendati demikan, kata dia, pihaknya akan berupaya pada musim tanam II (Oktober - Maret 2022/2023) terget tanam 21.716 Hektare. Sedangkan untuk musim tanam I (April - September 2023) target tanam 17.773 Hektare, dengan target produksi 192.933 ton.

"Jadi, untuk pencapaian target produksi ini, saya mengharapkan seluruh komponen terkait mulai dari tingkat kabupaten, kecamatan, dan nagari untuk melakukan percepatan tanam dengan mengadakan plakat turun ke sawah dengan tujuan peningkatan indek pertanian di setiap lahan yang ada," harapnya

"Maka dari itu saya mengajak mari kita secara bersama - sama membantu petani dengan melakukan gerakan turun ke sawah dengan pengawalan terhadap ketersediaan sarana dan prasarana produksi, sehingga dapat meningkatkan kesejahteraan petani," ungkapnya.

Pewarta :
Editor: Joko Nugroho
COPYRIGHT © ANTARA 2022