Logo Header Antaranews Sumbar

Cegah stunting, Pemkab Pasbar ajak masyarakat periksakan anak ke Posyandu

Selasa, 23 Agustus 2022 20:10 WIB
Image Print
Ketua TP PKK Pasaman Barat Titi Hamsuardi (kiri) bersama petugas kesehatan dan mengingatkan masyarakat agar memeriksakan anaknya ke Posyandu mencegah stunting. (Antara/Altas Maulana).  ​​​​​​​

Simpang Empat (ANTARA) - Pemerintah Kabupaten Pasaman Barat, Sumatera Barat meminta masyarakat memantau tumbuh kembang anak serta melakukan cek rutin ke Pos Pelayanan Terpadu (Posyandu) untuk mencegah stunting di daerah itu.

"Kesadaran masyarakat diminta untuk membawa balita atau anaknya ke posyandu untuk di periksa kondisi pertumbuhannya," kata Ketua Tim Pembina Pemberdayaan Kesejahteraan Keluarga Pasaman Barat Titi Hamsuardi di Simpang Empat, Selasa.
Menurutnya stunting merupakan kondisi gagal pertumbuhan pada anak akibat kekurangan gizi dalam waktu yang lama.
Hal itu disebabkan oleh banyak faktor seperti kondisi sosial ekonomi, gizi ibu saat hamil, kesakitan pada bayi dan kurangnya asupan gizi pada bayi.
"Kondisi ini mengakibatkan anak mengalami keterlambatan dalam perkembangan," ujarnya.
Untuk itu, kata dia Posyandu merupakan garda terdepan dalam penanganan stunting dimana pelayanan kesehatan bayi dan balita dan ibu hamil diutamakan melalui pemantauan yang dilaksanakan satu bulan sekali yang dibuktikan dengan pemantauan pada Buku Pelayanan Kesehatan Ibu dan Anak (KIA) saat melakukan pemeriksaan.
Untuk menurunkan angka stunting di Pasaman Barat lanjutnya, perlu kerjasama yang baik semua pihak terkait, mulai dari tingkat jorong hingga ke tingkat kabupaten agar target penurunan stunting dapat tercapai.
Sementara itu salah satu Bidan Jorong Pagaran Tengah Witra Sari menyampaikan bahwa saat ini untuk penanganan kasus stunting pada anak yang ada di posyandu berjumlah satu orang anak balita dengan umur 17 Bulan atau 1 tahun 5 bulan.
"Saat ini kami kader, bidan dan puskesmas telah mengupayakan penanganan stunting yang terjadi saat ini dengan selalu berkoordinasi dengan orang tua anak, dan saat ini anak yang mengalami stunting tersebut dalam tahap pemeriksaan oleh dokter anak," katanya.
Ia juga menegaskan kedepannya kader dan bidan akan terus mengupayakan agar kasus stunting ini cepat ditangani dan diatasi sehingga tidak ada lagi kasus stunting di daerah itu.
Dari hasil penimbangan Februari tahun 2022 berdasarkan data Elektronik-Pencatatan dan Pelaporan Gizi Berbasis Masyarakat (ePPGBM) menunjukkan bahwa 16,31 persen bayi dan balita stunting di Pasaman Barat.
Sedangkan data Studi Status Gizi Indonesia (SSGI) menunjukkan bahwa ada 24 persen bayi dan balita stunting Pasaman Barat. Pemerintah pusat menargetkan penurunan stunting tahun 2024 di angka 14 persen. ***3***



Pewarta:
Editor: Maswandi
COPYRIGHT © ANTARA 2026