Logo Header Antaranews Sumbar

Ketua TP PKK Pesisir Selatan apresiasi solidaritas IKM untuk Pasaman Barat

Kamis, 3 Maret 2022 13:15 WIB
Image Print
Ketua TP PKK Titi Rusma Yul Anwar (tengah), didampingi Kepala Dinas Perdagangan dan Transmigrasi Mimi Rianti Zainul dan pegiat IKM saat melepas bantuan untuk korban bencana Pasaman Barat. (ANTARA/IST)

Painan (ANTARA) - Ketua Tim Penggerak (TP) PKK Kabupaten Pesisir Selatan, Sumatera Barat Titi Rusma Yul Anwar mengapresiasi aksi solidaritas asosiasi IKM di daerah itu atas kepedulian terhadap korban gempa di Pasaman Barat.

Menurutnya bantuan yang dihimpun tidak bisa dilihat dari bentuk materilnya, namun harus dipandang pada sisi kemanusiaan yang terkandung di dalamnya, sekaligus sebagai bentuk kesholehan sosial yang tertanam kuat di hati para pegiat IKM.

"Saya melihat itu sebagai aplikasi semangat sila ketiga Pancasila, Persatuan Indonesia. Kemudian semangat gotong royong yang tetap terawat," ungkapnya di sela-sela melepas bantuan IKM Pesisir Selatan untuk Pasaman Barat.

Adapun bantuan yang dikirimkan adalah berupa makanan jadi khas Pesisir Selatan seperti rendang lokan, teri balado kacang, teri goreng krispi, samba lado tanak, samba lado udang rebon dan penganan lainnya.

Pelepasan bantuan secara simbolis itu juga turut dihadiri Kepala Dinas Perdagangan dan Transmigrasi Mimi Rianti Zainul dan Sekretaris Nurmailistri serta Ketua Asosiasi IKM Okviana dan sejumlah pegiat usaha.

Ia meminta pegiat IKM tetap menjaga nilai luhur adanya semangat kesatuan sebagai satu bangsa walau berbeda latar belakang, agama, suku maupun budaya, namun satu dalam Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI).

"Apalagi kita di Ranah Minang yang kental dengan semangat persaudaraan, bernaung di bawah satu payung panji. Berat sama dipikul, ringan sama dijinjing," tuturnya.

Tak hanya dalam menyikapi peristiwa atau
tragedi sosial lainnya, dirinya mengajak semangat dan rasa persatuan itu pun terpatri dalam setiap gerak langkah membangun usaha yang digeluti.

Ia menegaskan IKM tidak bisa dipandang remeh sebagai usaha skala kecil, meski hanya sekedar industri rumahan dengan modal, tenaga kerja dan keuntungan yang tentu terbatas pula.

Semangat kebersamaan yang dimilikinya pernah menjadikan IKM tiang penyanggah utama ekonomi nasional ketika mayoritas usaha skala besar berguguran saat krisis ekonomi 1998.

Kontribusinya terhadap Pendapatan Domestik Bruto (PDB) waktu itu sempat di atas 50 persen. Maka tak ayal IKM didaulat sebagai industri tahan banting dan Soko guru perekonomian nasional.

Demikian juga hendaknya di Pesisir Selatan, IKM hendaknya juga harus mampu menjadi ujung tombak dalam tatanan perekonomian daerah dengan segala potensi dan kearifan lokal yang dimiliki.

"Seperti filosofi lidi, jika terpisah tidak ada artinya, rapuh, namun begitu kuat jika ada dalam satu ikatan," ujar Titi.

Dirinya juga berharap bantuan yang telah dihimpun IKM Pesisir Selatan dapat sedikit meringankan beban warga Pasaman Barat, utamanya yang terdampak langsung gempa dan tanah longsor beberapa waktu lalu.

Sementara pada kesempatan itu Kepala Dinas Perdagangan dan Transmigrasi Mimi Rianti Zainul menyampaikan pengumpulan donasi tersebut memang murni datang dari asosiasi IKM.

Bantuan yang dikirim sengaja berbentuk penganan senilai donasi yang terkumpul sehingga masyarakat yang kini tertimpa musibah tetap dapat menikmati kelezatan kuliner khas asal Negeri Sejuta Pesona.

"Lebih dari itu juga bermanfaat bagi para pelaku IKM Pesisir Selatan, karena kami beli dari mereka," jelas mantan Asisten II Pemkab Pesisir Selatan itu.

Sebagai pembina ia mengaku sepakat pegiat IKM Pesisir Selatan selalu kompak membangun usaha, sehingga tetap menjadi tuan di rumah sendiri dengan potensi besar yang dimiliki.

Pemerintah kabupaten terus berupaya melakukan peningkatan kapasitas pelaku usaha dan bisnis yang digawangi, sehingga kemandirian ekonomi daerah lewat IKM dapat benar-benar terwujud.

"Sesuai moto kami, IKM Maju Masyarakat Sejahtera. IKM dianggap karakteristik usaha yang cocok bagi masyarakat Minang yang egaliter," ungkapnya. (Teddy Setiawan)



Pewarta:
Editor: Maswandi
COPYRIGHT © ANTARA 2026