Rupiah diperkirakan masih melemah seiring masih tingginya inflasi di AS

id Rupiah,Dolar,Kurs

Rupiah diperkirakan masih melemah seiring masih tingginya inflasi di AS

Petugas jasa penukaran valuta asing memeriksa lembaran mata uang rupiah dan dolar AS di Jakarta, Senin (2/7). ANTARA FOTO/Puspa Perwitasari/kye/am. (ANTARA FOTO/PUSPA PERWITASARI)

Jakarta, (ANTARA) - Nilai tukar (kurs) rupiah yang ditransaksikan antarbank di Jakarta pada Kamis diperkirakan masih akan melemah seiring masih tingginya inflasi di Amerika Serikat

Rupiah pagi ini bergerak melemah 4 poin atau 0,02 persen ke posisi Rp14.269 per dolar AS dibandingkan posisi pada penutupan perdagangan sebelumnya Rp14.265 per dolar AS.

"Nilai tukar rupiah masih berpeluang melemah terhadap dolar AS hari ini dengan indikasi inflasi yang masih tinggi dan situasi ketenagakerjaan yang membaik di AS," kata pengamat pasar uang Ariston Tjendra saat dihubungi di Jakarta, Kamis.

Dari data tenaga kerja AS, klaim tunjangan pengangguran mingguan menunjukkan klaim terendah sejak 1969. Selain itu data indikator inflasi AS, Price Consumption Expenditure (PCE) Oktober, menunjukan kenaikan inflasi yang persisten. Data PCE bulan Oktober menunjukan kenaikan 5,3 persen secara tahunan, sama seperti bulan sebelumnya.

"Data-data ini mendukung percepatan pengetatan moneter di AS yang bisa mendorong penguatan dolar AS," ujar Ariston.

Dari dalam negeri, kemarin Gubernur Bank Indonesia menyampaikan pemangkasan proyeksi pertumbuhan ekonomi Indonesia 2021 dibandingkan proyeksi sebelumnya.

Perry memperkirakan pertumbuhan ekonomi pada tahun ini hanya berada dalam kisaran 3,2 persen - 4 persen, lebih rendah dari perkiraan sebelumnya 3,5 persen - 4,3 persen.

"Ini mungkin bisa memberikan sentimen negatif ke rupiah," kata Ariston.

Sementara itu, jumlah kasus harian COVID-19 di Tanah Air pada Rabu (24/11) kemarin mencapai 451 kasus sehingga total jumlah kasus terkonfirmasi positif COVID-19 mencapai 4,25 juta kasus.

Sedangkan jumlah kasus meninggal akibat terpapar COVID-19 mencapai 13 kasus sehingga totalnya mencapai 143.766 kasus.

Adapun untuk jumlah kasus sembuh bertambah sebanyak 377 kasus sehingga total pasien sembuh mencapai 4,1 juta kasus. Dengan demikian, total kasus aktif COVID-19 mencapai 7.977 kasus.

Untuk vaksinasi, jumlah masyarakat yang sudah disuntik vaksin dosis pertama mencapai 136,08 juta orang dan vaksin dosis kedua 91,21 juta orang dari target 208 juta orang yang divaksin.

Ariston mengatakan rupiah hari ini masih akan berpotensi melemah ke arah Rp14.300 per dolar AS dengan potensi penguatan di kisaran Rp14.220 per dolar AS.

Pada Rabu (24/11) lalu, rupiah ditutup melemah 7 poin atau 0,05 persen ke posisi Rp14.265 per dolar AS dibandingkan posisi pada penutupan perdagangan sebelumnya Rp14.258 per dolar AS. (*)
Pewarta :
Editor: Mukhlisun
COPYRIGHT © ANTARA 2021