RAPBD Agam 2022 diproyeksi capai Rp1,68 triliun

id berita agam,berita sumbar,apbd

RAPBD Agam 2022 diproyeksi capai Rp1,68 triliun

Wakil Bupati Agam, Irwan Fikri sedang membacakan penjelasan nota keuangan tentang RAPBD tahun anggaran 2022 di aula utama DPRD Agam, Senin (18/10). (Antarasumbar/Yusrizal)

RAPBD 2022 ini disusun berdasarkan kesepakatan Kebijakan Umum Anggaran dan Perioritas Plafon Anggaran Sementara (KUA PPAS), RKPD dan RPJMD 2021-2026,
Lubuk Basung (ANTARA) - Wakil Bupati Agam, Sumatera Barat, Irwan Fikri menyatakan Rencana APBD Agam 2022 diproyeksi mencapai Rp1,68 triliun dan mengalami defisit murni Rp161,85 miliar.

"RAPBD 2022 ini disusun berdasarkan kesepakatan Kebijakan Umum Anggaran dan Perioritas Plafon Anggaran Sementara (KUA PPAS), RKPD dan RPJMD 2021-2026," katanya saat sidang paripurna penjelasan nota keuangan tentang RAPBD tahun anggaran 2022 di aula utama DPRD Agam, Senin (18/10).

Ia mengatakan, RAPBD sebesar Rp1,68 miliar itu dialokasikan untuk belanja operasional Rp1,24 triliun, belanja modal Rp262,51 miliar.

Setelah itu belanja tidak terduga (BTT) Rp22,66 miliar, belanja bagi hasil pajak provinsi Rp6,11 miliar dan belanja trasfer Rp151,88 miliar.

"Pada RAPBD ini alokasi BTT dianggarkan sesuai dengan Surat Edaran Menteri Dalam Negeri Republik Indonesia Nomor 910/4350/SJ tanggal 16 Agustus 2021 tentang Kebijakan Dalam Penyusunan APBD tahun anggara 2022," katanya.

Ia menambahkan, untuk pendapatan diproyeksi sebesar Rp1,48 miliar yang terdiri dari pendapatan asli daerah diproyeksi Rp150 miliar, pendapatan trasfer Rp1,25 triliun dan lain-lain pendapatan daerah yang sah Rp74,74 miliar

Dana trasfer itu bersumber dari dana bagi hasil pajak atau bukan pajak Rp18 miliar, dana alokasi umum Rp745,50 miliar, dana alokasi khusus Rp360,31 miliar, dana desa Rp75,09 miliar dan pendapatan bagi hasil pajak provinsi Rp53,61 miliar.

Berdasarkan komposisi anggaran tersebut, tambahnya maka RAPBD 2022 mengalami devisit murni Rp161,85 miliar, karena pendapatan direncanakan Rp1,48 triliun, sementara belanja Rp1,68 triliun.

"Silpa pada 2021 diprediksi sebesar Rp40 miliar dan Silpa ini bisa menutupi defisit," katanya.

Ia berharap APBD 2022 yang akan ditetapkan tidak dengan defisit murni. Artinya, APBD tahun anggaran 2022 tetap dengan angka defisit sebesar mampu ditutupi dengan Silpa pada 2021 Rp40 miliar.

Untuk itu, RAPBD 2022 ini dilakukan pembahasan lebih cermat dan lebih fokus agar program atau kegiatan yang dilaksanakan benar-benar tepat sasaran sesuai dengan target RPJMD dan RKPD.

"Anggaran yang digunakan benar-benar efektif dan efesien, serta APBD 2022 ditetapkan dengan angka defisit yang sesuai dengan kemampuan untuk menutupinya," katanya.

Dengan kondisi ini, Irwan Fikri meminta kepada kepala Organisasi Perangkat Daerah untuk memahami kondisi keuangan dan dalam pembahasan RAPBD serta memfinalkan RAPBD 2022 agar menyusun program dan kegiatan yang sangat prioritas sesuai dengan RPJMD dan RKPD.

Setelah itu, menyusun dan melaksaakan program atau kegiatan secara terintegrasi dengan beberapa OPD agar target dan sasaran program tercapai secara optimal.

Lalu tidak memprioritaskan program dan kegiatan seremonial yang tidak berdampak langsung kepada masyarakat dan lainnya.

"Sampai saat ini, pandemi COVID-19 masih belum berakhir. Pada 2022, kita masih akan dihadapan pada ketidak pastian yang tinggi, karena itu APBD harus antisipatif, responsif dan fleksibel merespon ketidak pastian, namun tetap mencerminkan optimisme dan kehati-hatian," katanya.

Sementara Ketua DPRD Agam, Novi Irwan menambahkan RAPBD ini akan dibahas bersama-sama antara DPRD dan Pemda Agam.

"Kita akan membahas RAPBD ini dan berusaha secepat mungkin untuk pembahasan," katanya.

Rapat paripurna itu juga dihadiri tiga orang Wakil Ketua DPRD Agam yakni, Suharman, Marga Indra Putra, Irvan Amran, anggota DPRD Agam, Pelaksana Harian Sekda Agam Jetson, asisten, kepada OPD dan lainnya.***2***

Pewarta :
Editor: Hendra Agusta
COPYRIGHT © ANTARA 2021