Segini, Pemkot Pariaman usulkan APBD 2022 kota itu

id berita pariaman,berita sumbar,apbd

Segini, Pemkot Pariaman usulkan APBD 2022 kota itu

Wako Pariaman, Sumbar Genius Umar menyampaikan Nota Penjelasan tentang Rancangan Kebijakan Umum Anggaran serta Prioritas dan Plafon Anggaran Sementara APBD 2022 di DPRD Pariaman, Senin. (Antarasumbar/HO-Diskominfo Pariaman)

Harus bisa menyusun program yang menghasilkan untuk mencapai kinerja makro yang lebih baik, serta peningkatan kualitas dan kesejahteraan masyarakat,
Pariaman (ANTARA) - Pemerintah Kota (Pemkot) Pariaman, Sumatera Barat mengusulkan APBD 2022 kepada DPRD setempat sebesar Rp614,9 miliar.

"Yang diusulkan ini telah mengakomodir anggaran untuk pendidikan, kesehatan, dan belanja penguatan Aparat Pengawasan Intern Pemerintah (APIP)," kata Wali Kota Pariaman, Genius Umar saat menyampaikan Nota Penjelasan tentang Rancangan Kebijakan Umum Anggaran serta Prioritas dan Plafon Anggaran Sementara APBD 2022 di DPRD Pariaman, Senin.

Ia menyebutkan besaran yang dialokasikan untuk pendidikan 21,75 persen atau Rp142,2 miliar, untuk kesehatan 13,40 persen atau Rp87,6 miliar, dan untuk penguatan APIP sebesar 1,49 persen atau Rp9,7 miliar.

Untuk pendapatan asli daerah, lanjutnya pihaknya mengusulkan sebesar Rp48,9 miliar dengan rincian pajak daerah (PAD) Rp10,9 miliar, retribusi daerah Rp18,4 miliar, hasil pengolahan kekayaan daerah yang dipisahkan Rp6,9 miliar, dan lain-lain PAD yang sah senilai Rp12,5 miliar.

Sedangkan pendapatan transfer sebesar Rp563,5 miliar yang berasal dari pemerintah pusat, dan perkiraan penerimaan lain-lain pendapatan daerah yang sah sebesar Rp2,5 miliar.

Genius mengatakan belanja daerah anggaran 2022 mengalami penurunan dari APBD 2021 besaran penurunannya mencapai Rp56,4 miliar.

Pada kesempatan itu Wako Pariaman menekankan kepada ASN setempat agar menyusun srategi dan menciptakan inovasi yang tepat untuk membuat dan menjalankan program pemerintahan.

"Harus bisa menyusun program yang menghasilkan untuk mencapai kinerja makro yang lebih baik, serta peningkatan kualitas dan kesejahteraan masyarakat," katanya.

Ia menyebutkan Indeks Pembangunan Manusia di Kota Pariaman pada 2020 berada pada angka 76,90 atau naik 0,20 persen dari tahun sebelumnya yaitu 76,70 persen.

Sedangkan angka kemiskinan mengalami penurunan yakni 4,10 persen pada 2020 sedangkan pada 2019 berada pada 4,76 persen.

Lalu untuk angka pengangguran mengalami peningkatan dari 5,42 persen menjadi 5,73 persen atau naik 0,31 persen. Sedangkan untuk angka harapan hidup naik dari 70,15 tahun pada 2019 menjadi 70,28 tahun pada 2020 atau naik 0,13 tahun.

Pewarta :
Editor: Hendra Agusta
COPYRIGHT © ANTARA 2021