Ini kata Wabup Pessel menjawab pandangan umum fraksi atas nota pengantar APBD perubahan 2021

id berita pesisir selatan,berita sumbar,wabup

Ini kata Wabup Pessel menjawab pandangan umum fraksi atas nota pengantar APBD perubahan 2021

Wakil Bupati Pesisir Selatan, Rudi Hariansyah. (Antarasumbar/HO-Humas Pemkab Pesisir Selatan)

Meski tidak termasuk kewenangan pemerintah kabupaten namun kita tetap akan berupaya memberikan dukungan dalam bentuk lain, seperti melalui BAZNAS dan kepersertaan BPJS,
Painan (ANTARA) -

Wakil Bupati Pesisir Selatan (Wabup Pessel), Sumatera Barat, Rudi Hariansyah menyampaikan jawaban terhadap pandangan umum fraksi atas nota pengantar APBD perubahan 2021 pada rapat paripurna yang dipimpin Ketua DPRD setempat, Ermizen di Painan, Rabu.

“Semoga masukan dan saran akan mendorong terciptanya APBD yang berpihak kepada masyarakat dalam rangka mewujudkan masyarakat Pesisir Selatan yang lebih sejahtera," kata Rudi dalam kesempatan itu.

Ia menyampaikan beberapa hal, diantaranya akan mengupayakan pelayanan kesehatan gratis bagi masyarakat miskin tidak hanya pada rumah sakit rujukan awal saja, tapi juga dilanjutkan sampai di rumah sakit rujukan lanjutan.

"Meski tidak termasuk kewenangan pemerintah kabupaten namun kita tetap akan berupaya memberikan dukungan dalam bentuk lain, seperti melalui BAZNAS dan kepersertaan BPJS," kata dia.

Sementara terkait penyelenggaraan pendidikan berkualitas pada sekolah negeri baik di SD atau SMP akan dilaksanakan dengan prosedur dan regulasi yang jelas.

Selain itu pihaknya juga akan melakukan evaluasi pendistribusian pupuk bersubsidi bagi petani padi sawah dan palawija, dan telah diusulkan kuota pupuk melalui RDKK ke Kementerian Pertanian.

"Namun setelah kementerian menetapkan kuota untuk masing-masing kabupaten/kota, ternyata kuota tersebut jauh dari target yang telah diajukan, sehingga ketersediaan pupuk bersubsidi menjadi sangat terbatas, terutama saat musim tanam," ungkapnya.

Kemudian, terkait dengan penyelenggaraan pendidikan gratis pada tingkat SD dan SMP, disebut bahwa tujuan dari alokasi anggaran adalah untuk pendampingan, dan penguatan bagi dana BOS guna menghasilkan pendidikan yang lebih berkualitas.

“Pemerintah kabupaten memberikan bantuan operasional ke sekolah yang besarannya dihitung berdasarkan jumlah murid yang ada pada sekolah bersangkutan, dimana lima ribu rupiah untuk tingkat SD dan sepuluh ribu rupiah untuk tingkat SMP per siswa," katanya lagi.

Pewarta :
Editor: Hendra Agusta
COPYRIGHT © ANTARA 2021