Masih rendah, baru sebanyak warga Pasaman Barat telah divaksin COVID-19

id berita pasaman barat,berita sumbar,vaksin

Masih rendah, baru sebanyak warga Pasaman Barat telah divaksin COVID-19

Pemkab Pasaman Barat terus melakukan percepatan vaksinisasi dalam rangka antisipasi penyebaran COVID-19. (Antarasumbar/Altas Maulana)

Benar, hingga kemarin jumlah vaksinisasi masih diangka 8,61 persen atau masih rendah,
Simpang Empat (ANTARA) - Pemerintah Kabupaten Pasaman Barat, Sumatera Barat telah melakukan vaksinisasi COVID-19 terhadap 57.328 orang atau 8,61 persen dari 333.006 sasaran.

"Benar, hingga kemarin jumlah vaksinisasi masih diangka 8,61 persen atau masih rendah," kata Juru Bicara COVID-19 Pasaman Barat, Gina Alecia di Simpang Empat, Rabu.

Ia merinci vaksinisasi yang telah dilakukan tahap pertama sebanyak 36.352 orang atau 10,91 persen, tahap kedua sebanyak 20.410 orang atau 6,13 persen dan tahap ketiga sebanyak 566 orang atau 0,17 persen.

"Total suntikan sampai tahap ketiga sebanyak 57.328 orang atau masih 8,61 persen," katanya.

Menurutnya untuk sasaran penyuntikan selain tenaga kesehatan, pelayanan publik, lanjut usia, masyarakat umum dan remaja.

Selain itu juga vaksinisasi terhadap pelajar yang ada di daerah itu.

"Kita terus melakukan upaya percepatan vaksinisasi kepada semua kalangan yang ada sehingga imunitas tubuh semakin meningkat," katanya.

Ia menyebutkan upaya yang dilakukan dalam rangka percepatan vaksinisasi diantaranya mengadakan vaksinisasi massal dengan kerja sama dengan TNI Polri, vaksinisasi terhadap peserta ujian P3K, sosialisasi jadwal vaksinisasi melalui Dinas Komunikasi dan Informatika dan turun kesekolah SMP dan SMA melakukan vaksinisasi.

Ia meminta kepada masyarakat agar meningkatkan kesadaran untuk melakukan vaksinisasi dan tes usap untuk antisipasi penyebaran COVID-19.

Selain itu juga tetap mematuhi protokol kesehatan seperti memakai masker, menjaga jarak, sering mencuci tangan, menjahui kerumunan dan mengurangi mobilisasi keluar rumah.

"Meskipun ada kecendrungan penurunan kasus satu minggu terakhir. Namun masyarakat harus tetap mematuhi protokol kesehatan," harapnya.

Pewarta :
Editor: Hendra Agusta
COPYRIGHT © ANTARA 2021