Agar tak mubazir, Dinas Perikanan Padang pastikan bantuan alat untuk nelayan tepat sasaran

id berita padang,berita sumbar,ikan

Agar tak mubazir, Dinas Perikanan Padang pastikan bantuan alat untuk nelayan tepat sasaran

Sejumlah nelayan merapikan mesin perahunya setelah melaut di Muaro, Padang, Sumatera Barat. (Antara/Iggoy El Fitra)

Selama ini ada sejumlah bantuan alat tangkap bagi nelayan yang tidak sesuai dengan kebutuhan nelayan sehingga tidak terpakai dan mubazir,
Padang (ANTARA) - Dinas Perikanan dan Pangan Kota Padang menyatakan komitmen dan memastikan setiap bantuan alat yang diberikan kepada nelayan tepat sasaran sehingga bisa dipakai secara optimal dan tidak sia-sia.

"Selama ini ada sejumlah bantuan alat tangkap bagi nelayan yang tidak sesuai dengan kebutuhan nelayan sehingga tidak terpakai dan mubazir, saya memastikan semua tepat sasaran," kata Kepala Dinas Perikanan dan Pangan Kota Padang, Guswardi di Padang, Selasa.

Ia menjelaskan bantuan untuk nelayan dibagi dalam dua bentuk pertama bantuan langsung dari pemerintah baik pusat, provinsi hingga kota, kedua dalam bentuk pokok-pokok pikiran yang diusulkan anggota DPRD.

"Bantuan tersebut diberikan dalam bentuk hibah kepada kelompok nelayan, untuk perseorangan jelas tidak bisa karena dilarang oleh Kemendagri," ujarnya.

Guswardi mengakui selama ini kerap terjadi bantuan yang diberikan sifatnya program dari pusat dan mengabaikan kebutuhan nelayan setempat.

"Contohnya bantuan kapal ikan mina di Bungus yang diberikan pusat pada 2014, namun saat ini kondisinya sudah hancur, padahal satu kapal nilainya mencapai Rp1,5 miliar namun tak bisa dimanfaatkan akibat tidak sesuai dengan keinginan nelayan," kata dia.

Ia menegaskan komitmen untuk memberikan bantuan alat tangkap nelayan sesuai kebutuhan.

"Saya tidak akan memberikan bantuan kalau tidak dibutuhkan, sebelum diserahkan akan ada survei oleh tim dan penerima bantuan membuat pernyataan jika tidak memanfaatkan maka bantuan ditarik kembali," ujarnya.

Pada sisi lain, ia lebih memilih memberikan bantuan alat tangkap ukuran kecil dalam bentuk perahu kecil ketimbang kapal besar.

Alasannya, kalau saya beli satu kapal senilai Rp2 miliar yang bisa menikmati hanya satu nelayan, namun jika kapal kecil dengan nilai yang sama bisa dapat lima kapal dan dipakai lima kelompok nelayan.

"Termasuk untuk kapal long tail dengan mesin kecil, sebab jika nelayan diberi bantuan kapal bermesin besar, nelayan belum mampu menggunakannya," ujarnya.

Ia menambahkan belajar dari pengalaman sebelum memberikan bantuan melakukan survei kebutuhan nelayan mulai dari jaring, perahu hingga mesin tempel.

"Beberapa hari lalu nelayan di Padang juga mendapatkan 50 mesin tempel 15 PK dari provinsi dan delapan motor roda tiga untuk pemasaran ikan," katanya.

Tidak hanya itu ia juga sudah berkomitmen menyampaikan kepada pemerintah pusat untuk memberikan bantuan yang lebih tepat sasaran dan akan menolak jika tidak sesuai kebutuhan.

Pewarta :
Editor: Hendra Agusta
COPYRIGHT © ANTARA 2021