Ini posisi Kota Bukittinggi dalam vaksinasi COVID-19 di Sumatera Barat

id berita bukittinggi,berita sumbar,vaksin

Ini posisi Kota Bukittinggi dalam vaksinasi COVID-19 di Sumatera Barat

Kegiatan Vaksinasi. (Antarasumbar/Al Fatah)

Setelah 75 persen atau mayoritas masyarakat Bukittinggi divaksinasi maka dengan sendirinya akan terbentuk "herd immunity" atau kekebalan kelompok sehingga kita semua dapat beraktifitas kembali seperti biasa,
Bukittinggi (ANTARA) - Pemerintah Provinsi Sumatera Barat (Pemprov Sumbar) merilis Kota Bukittinggi berada pada posisi ke-dua tertinggi pelaksanaan vaksinasi COVID-19 dengan target vaksin sebesar 41,4 persen setelah Kota Padang Panjang 48,1 persen.

Walikota Bukittinggi, Erman Safar, saat dikonfirmasi menyampaikan apresiasi dan terima kasih atas partisipasi aktif masyarakat Bukittinggi yang telah melakukan vaksinasi.

"Setelah 75 persen atau mayoritas masyarakat Bukittinggi divaksinasi maka dengan sendirinya akan terbentuk "herd immunity" atau kekebalan kelompok sehingga kita semua dapat beraktifitas kembali seperti biasa," kata Erman Safar di Bukittinggi, Jumat.

Meski demikian, ia mengaku belum puas dengan capaian tersebut. Selanjutnya mengarahkan masyarakat yang belum divaksinasi, agar segera mendatangi tempat yang telah difasilitasi supaya tercapai target 75 persen masyarakat sudah divaksin.

"Herd immunity atau kekebalan kelompok merupakan perlindungan secara tidak langsung dari suatu penyakit menular yang terwujud ketika sebuah populasi memiliki kekebalan," kata dia.

Menurutnya, salah satunya melalui vaksinasi tanpa vaksinasi massal yang merata, diyakini akan sangat sulit mewujudkan kekebalan kelompok terhadap serangan COVID-19.

Lebih lanjut, Erman menyampaikan angka vaksinasi untuk tenaga nakes telah mencapai 114 persen, untuk petugas pelayanan publik telah mencapai 121 persen.

Sementara untuk masyarakat umum progres masih berat yaitu 22 persen dan kelompok lansia baru 11 persen.

Di sisi lain, rilis data Pemprov Sumbar secara umum provinsi Sumbar baru mencapai 17,56 persen dengan Kabupaten Agam dan Pasaman Barat yang terendah.

Juru Bicara Satgas Penanganan COVID-19 Sumbar, Jasman Rizal Dt. Bandaro Bendang menyebutkan dalam keterangan tertulisnya bahwa kabupaten masih kurang strategi dalam vaksinasi.

“Stok vaksin kita cukup. Hanya strategi vaksin kita saja yang kurang tepat dan sesuai arahan Gubernur Sumbar, kiranya kabupaten kota agar segera mengebut pencapaian vaksinasi di daerah masing-masing,” ungkap Jasman.

Berdasarkan data terkini vaksinasi COVID-19 Sumbar per tanggal 7 September 2021, total vaksinasi dosis pertama di Sumbar mencapai 17,56 persen atau baru 777.780 dari total sasaran vaksinasi 4.408.509 sasaran, sedangkan untuk vaksinasi kedua, baru mencapai 9,80 persen.

Pewarta :
Editor: Hendra Agusta
COPYRIGHT © ANTARA 2021