Enam Wali Nagari di Ampek Angkek tolak pengadaan bak penampungan sampah, ini alasannya

id berita padang,berita sumbar,nagari

Enam Wali Nagari di Ampek Angkek tolak pengadaan bak penampungan sampah, ini alasannya

Wali Nagari di Ampek Angkek, Agam. (Antarasumbar/Al Fatah)

Kami berkumpul bersama untuk merumuskan surat yang akan kami kirim kepada pimpinan kami, Bupati Agam,
Bukittinggi (ANTARA) - Enam dari tujuh wali nagari di Kecamatan Ampek Angkek Kabupaten Agam, Sumatera Barat menyepakati menolak rencana pengadaan beberapa unit bak sampah di daerahnya masing-masing.

Enam pimpinan Nagari itu adalah Wali Nagari Ampang Gadang, Balai Gurah, Lambah, Panampuang, Pasia dan Batu Taba yang sepakat untuk menyuarakan aspirasi warga di nagari yang mereka pimpin terhadap rencana pengadaan bak sampah.

"Kami berkumpul bersama untuk merumuskan surat yang akan kami kirim kepada pimpinan kami, Bupati Agam, yang kami suarakan dalam surat itu adalah aspirasi warga dari nagari masing-masing," kata Ketua Perhimpunan Wali Nagari (Perwana) Kecamatan Ampek Angkek yang juga menjabat sebagai Wali Nagari Ampang Gadang, Rifki Syaiful di Bukittinggi, Kamis.

Ia mengatakan, warga khawatir pengadaan bak sampah akan berpotensi menimbulkan permasalahan baru di tengah masyarakat karena belum adanya kepastian akan teknis pendistribusiannya.

"Salah satunya, warga takut sampah akan menumpuk di satu lokasi karena tidak adanya jaminan penjemputan sampah itu setiap harinya," kata dia.

Menurutnya, selama ini warga membuang sampahnya dengan cara menimbun atau membakar di lahan masing-masing, atau menggunakan jasa pihak swasta yang menjemput sampah setiap hari ke rumah.

"Alhamdulillah, selama ini tidak ada masalah dengan permasalahan sampah, warga melakukannya secara mandiri atau memakai jasa swasta dengan iuran Rp25 ribu setiap bulannya," kata Rifki.

Wali Nagari sepakat mengirim surat kepada Bupati Agam, isi surat tersebut menyuarakan aspirasi warga yang menyatakan keberatan dengan beredarnya kabar di nagari mereka akan ditempatkan beberapa unit bak sampah.

Surat tersebut ditandatangani oleh Wali Nagari di Ampek Angkek yaitu Rifki Syaiful (Walinagari Ampang Gadang), Andrino (Walinagari Balai Gurah), Amril Hasan (Walinagari Lambah), Ariadi (Pj.Walinagari Panampuang), Amri Yusra (Walinagari Pasia) dan Rahmat Hidayat (Walinagari Batu Taba), tertanggal Rabu, 8 September 2021.

Para Walinagari itu juga menyampaikan permohonan izin kepada bupati untuk mengalihkan anggaran kontainer ke dalam pagu anggaran lain yang lebih efektif dan bermanfaat untuk masyarakat di nagari.

"Kami Walinagari se-Ampek Angkek berkumpul disini, sepakat mengirim surat kepada pimpinan kami Bupati Agam, yang berkaitan dengan bak sampah yang mendapat penolakan dari warga kami, jadi ini bukan semata-mata inisiatif kami," kata Wali Nagari Batu Taba, Rahmat Hidayat.

Kesepakatan itu tidak diikuti oleh Nagari Biaro Gadang karena di daerah itu sejak awal menyatakan sangat membutuhkan bak sampah.

"Dikarenakan nagari ibu kota kecamatan itu memiliki satu pasar nagari yang setiap harinya menyisakan tumpukan sampah yang harus dibuang ke TPSA di Kabupaten 50 Kota," tutup Rahmat Hidayat.

Pewarta :
Editor: Hendra Agusta
COPYRIGHT © ANTARA 2021