Logo Header Antaranews Sumbar

Legislator: Permintan gubernur seleksi ulang pimpinan Baznas Sumbar tak masuk akal

Kamis, 12 Agustus 2021 17:47 WIB
Image Print
Anggota DPRD Sumbar dari Partai Demokrat Nofrizon. (Antarasumbar/Mario Sofia Nasution)
Gubernur tidak menghargai proses yang telah dijalankan pansel,

Padang (ANTARA) - Anggota DPRD Sumatera Barat (Sumbar) Nofrizon mengatakan permintaan Gubernur Sumbar, Mahyeldi Ansharullah agar Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) menggelar seleksi ulang pimpinan Baznas Sumbar tidak masuk akal karena proses seleksi telah selesai.


"Gubernur tidak menghargai proses yang telah dijalankan pansel dan penetapan lima pimpinan Baznas Sumbar. Ini sudah dipertimbangkan oleh Baznas pusat, kenapa diotak-atik oleh gubernur," kata dia di Padang, Kamis.


Menurut politisi Demokrat permohonan yang tertuang dalam surat Gubernur Sumbar kepada Baznas pusat bernomor 451/179/Kesra-2021 perihal seleksi ulang pimpinan Baznas Sumatera Barat lebih kepada tidak adanya orang yang diinginkan gubernur yang ditetapkan sebagai pimpinan Baznas Sumbar.


"Baznas ini milik ummat bukan hanya salah satu partai saja," katanya.


Sebelumnya Baznas telah mengeluarkan lima nama yang dapat dipertimbangkan sebagai pimpinan Baznas Sumatera Barat periode 2020-2025 yakni Buchari, Busrial, Nurman Agus Afrianto Korga dan Firdaus.


"Semua nama itu profesional dan tidak seperti alasan yang diucapkan gubernur kepada Baznas pusat. Tidak ada alasan untuk melakukan seleksi ulang, proses panjang ini sudah dilakukan dan harusnya dihormati," kata dia.


Gubernur Sumbar menyatakan sejumlah alasan agar dilakukan seleksi ulang mulai dari belum ada komitmen kelima orang itu bekerja penuh, pemimpin Baznas harus mampu bekerja sama dengan pemerintah dan mendukung pemimpin Baznas Sumbar profesional berja penuh bukan paruh waktu.


Bahkan di poin kelima, Gubernur Sumbar mengatakan nama-nama yang mendapatkan pertimbangan Baznas Pusat serta alasan yang diungkapkan, gubernur berpendapat perlu dilakukan seleksi ulang.


"Saya menilai kerja gubernur tidak hanya ini, terlalu kecil kalau persoalan ini diurus gubernur. Banyak urusan yang lebih besar yang harus dihadapi mulai dari persoalan pandemi, pemulihan ekonomi dan lainnya," kata dia.




Pewarta:
Editor: Hendra Agusta
COPYRIGHT © ANTARA 2026