BEI Sumbar catat penambahan jumlah investor hingga Juni 2021 capai 27.571

id berita padang,berita sumbar,bei

BEI Sumbar catat penambahan jumlah investor hingga Juni 2021 capai 27.571

Kepala BEI Sumbar, Early Saputra. (Antarasumbar/Dokumen Pribadi)

Penambahan jumlah investor single investor identification (SID) All hingga Juni 2021 mencapai 27.571 dengan jumlah keseluruhan menjadi  80.317 investor,
Padang (ANTARA) - Bursa Efek Indonesia (BEI) Perwakilan Sumatera Barat (Sumbar) mencatat jumlah investor meningkat tinggi hingga triwulan II di 2021 mencapai 27.571 investor.

Kepala BEI Perwakilan Sumbar, Early Saputra di Padang, Rabu, mengatakan penambahan jumlah investor hingga Juni 2021 melebihi penambahan jumlah investor pada akhir 2020.

"Penambahan jumlah investor single investor identification (SID) All hingga Juni 2021 mencapai 27.571 dengan jumlah keseluruhan menjadi 80.317 investor," ucapnya.

Sedangkan di 2020 hanya ada sebanyak 17 ribu penambahan investor dan total investor SID All di 2020 sebanyak 52.746.

Sementara jumlah investor SID C-Best atau investor saham di Sumbar hingga juni 2021 mencapai 12.658.

Khusus di Padang, jumlah investor SID All sebanyak 29,625 dengan jumlah investor SID C-Best sebesar 15.322 dan total transaksi Rp1,087 triliun.

Kemudian, nilai Transaksi Efek Ekuitas di Sumbar pada Juni 2021 mencapai Rp1,48 triliun dan sejak Januari hingga Juni nilai transaksi tersebut telah mencapai Rp8,3 triliun.

Early menyampaikan ada beberapa hal yang perlu disiapkan jika ingin berinvestasi di pasar modal yakni Mind, Money, Method plus Sadis.

Mind yakni konsep utama berfikir, jangan beranggapan kalau bahwa berinvestasi di pasar modal pasti bakal cepat kaya dalam waktu singkat.

Money, berarti uang yang akan diinvestasikan. Uang harus dikelola dengan manajemen keuangan yang baik dan manajemen resiko yang baik.

"Jadi jangan sampai punya uang misalnya Rp100 juta lalu dimasukkan ke dalam satu saham saja, hal itu tidak baik, sebaiknya sebagian di investasikan ke tempat lain," ujar dia.

Kemudian Method, calon investor perlu menganalisa secara fundamental dan melihat apakah pasarnya layak untuk diinvestasikan atau tidak, menganalisa secara teknikal untuk mengetahui kapan dan di harga berapa ingin membeli dan menjual aset tersebut.

Terakhir yakni Sadis yang berarti sabar dan disiplin. Seorang investor mesti sabar terhadap perusahaan yang mereka investasikan tapi juga disipiln kalau memang ada tanda-tanda perusahaan itu kinerjanya tidak membaik atau saatnya untuk profit taking.

"Sebab harganya sudah naik terlalu tinggi melebihi nilai fundamental perusahaannya maka mereka akan profit taking yakni mengambil untung dalam jangka pendek melalui penjualan saham dengan memanfaatkan situasi tertentu," ujarnya.

Pewarta :
Editor: Hendra Agusta
COPYRIGHT © ANTARA 2021