Ini cara mengolah daging kurban yang sehat, menurut ahli gizi SPH

id berita padang,berita sumbar,daging

Ini cara mengolah daging kurban yang sehat, menurut ahli gizi SPH

Pengolahan hewan kurban. (Antarasumbar/Yusrizal)

Jika terlalu banyak dan ingin diolah menjadi masakan di kemudian hari maka harus tepat  penyimpanannya,
Padang (ANTARA) - Kepala Ruangan Gizi di Semen Padang Hospital (SPH) Yusminatati mengungkapkan terdapat cara yang mesti diketahui masyarakat dalam mengolah dan mengonsumsi daging kurban agar tetap sehat di masa pandemi.

"Yang pertama saat akan mengolah daging kurban harus mengetahui kesegarannya. Yang mencirikan daging kurban itu segar yakni berwarna kemerahan, baunya segar, teksturnya kenyal dan padat. Biasanya kalau untuk daging kurban itu termasuk segar, karena baru dilakukan penyembelihan," kata dia di Padang, Kamis.

Ia mengimbau masyarakat agar membersihkan daging tersebut sampai bersih sebelum diolah untuk dimasak. Sebenarnya sesuatu yang diolah sebaiknya memang harus dicuci dahulu agar terhindar dari kontaminasi bakteri.

Jika terlalu banyak dan ingin diolah menjadi masakan di kemudian hari maka harus tepat penyimpanannya.

Setelah daging diterima, jika terlihat kotor seperti terkena pasir sebaiknya dibersihkan dahulu. Kemudian daging dipotong-potong sesuai porsinya dan dimasukkan kedalam plastik yang kedap udara, porsi penyimpan untuk satu kali pengolahan. Lalu masukkan ke freezer dengan suhu minus 18 derajat celcius. Penyimpanan dengan cara itu bisa membuat daging tahan sampai satu tahun.

Ia menilai daging sebenarnya dibutuhkan tubuh, namun bisa jadi pemicu penyakit apabila tidak tepat dalam pengolahannya.

Oleh karena itu, lanjutnya untuk pengolahan yang tepat sebaiknya daging direbus dahulu agar mengurangi senyawa radikal bebas. Senyawa radikal bebas seperti penyempitan pembuluh darah dan bisa ke hipertensi dan stroke, sehingga untuk mengurangi risiko tersebut lakukan pengolahan dengan direbus.

"Namun jika memang ingin seperti direndang, karena orang Padang kebiasaan bikin rendang ya, maka sebaiknya santan jangan terlalu banyak dan jangan sering dipanaskan. Karena hal itu dapat memicu penyakit," katanya.

Selain itu, ia menyampaikan daging dapat memperkuat imun tubuh, apalagi hal itu dibutuhkan di tengah kondisi pandemi saat ini. Daging mengandung banyak manfaat yang baik untuk tubuh seperti memiliki protein tinggi, zinc serta vitamin B12.

"Agar daging bermanfaat bagi tubuh batasi konsumsi daging kurban tersebut, sebaiknya hanya 65 gram perhari. Jadi untuk seminggu konsumsinya dibatasi sebanyak 350-500 gram saja untuk tiap orang," ujarnya.

Di tengah suasana Lebaran Idul Adha ia mengimbau agar masyarakat tidak berlebihan mengonsumsi daging kurban. Ia juga mengingatkan agar saat makan imbangi dengan serat seperti sayur dan buah buahan.

"Jangan lupa untuk selalu tetap menjaga protokol kesehatan agar kita semua sehat dan tidak terpapar COVID-19," katanya.

Pewarta :
Editor: Hendra Agusta
COPYRIGHT © ANTARA 2021