Wagub Sumbar minta kader PKK adaptif dan responsif terhadap kebutuhan masyarakat

id pkk, berita pariaman, berita sumbar

Wagub Sumbar minta kader PKK adaptif dan responsif terhadap kebutuhan masyarakat

Wakil Gubernur (Wagub) Sumatera Barat (Sumbar) Audy Joinaldy (tengah) bersama-sama memukul 'tambue' pada pembukaan Jambore PKK tingkat Sumbar ke 18 di Kota Pariaman, Rabu. (Antara/Aadiaat M. S. )

Pariaman (ANTARA) - Wakil Gubernur (Wagub) Sumatera Barat (Sumbar) Audy Joinaldy meminta kader Pemberdayaan Kesejahteraan Keluarga (PKK) di daerah itu adaptif dan responsif terhadap tuntutan dan kebutuhan masyarakat.

"Dinamika yang terjadi saat ini yaitu tingginya angka kemiskinan, stunting, LGBT, dan pandemi COVID-19 yang hal itu harus menjadi pemicu kader PPK untuk menyikapinya," kata Audy Joinaldy saat membuka Jambore PKK tingkat Sumbar ke-18 di Kota Pariaman, Rabu.

Ia mengatakan PKK dapat mengarahkan mitra kerjanya untuk mengatasi hal tersebut karena organisasi kemasyarakatan itu memiliki kader hingga ke tingkat desa dan nagari.

Menurutnya PKK sudah teruji keberadaannya dalam membantu pemerintah melalui program-program yang dimiliki serta kadernya yang berada di kabupaten dan kota hingga desa.

Di masa pandemi COVID-19 ini, lanjutnya kader PKK diminta proaktif bahkan menjadi agen perubahan untuk mengajak masyarakat dalam hal penanganan virus tersebut dengan menerapkan protokol kesehatan.

"PKK juga harus punya peran untuk melawan hoaks tentang COVID," katanya.

Pada kesempatan tersebut ia juga meminta kegiatan jambore tersebut dapat menjadi momen untuk meningkatkan kreasi dalam hal pemberdayaan keluarga khususnya pada masa pandemi COVID-19.

Ia menambahkan pihaknya memiliki kepentingan dan perhatian yang besar terhadap PKK supaya terus tumbuh dan berkembang agar terus berkontribusi untuk menyukseskan program dan pembangunan di Sumbar dalam rangka mewujudkan kesejahteraan warga di provinsi itu.

Sementara itu, Ketua Tim Penggerak PKK Sumbar Harneli Bahar mengatakan pada tahun sebelumnya pihaknya tidak dapat melaksanakan jambore karena pandemi COVID-19.

Sedangkan tahun ini, lanjutnya dilaksanakan karena Kota Pariaman sebagai tuan rumah pelaksanaan berada di zona kuning namun dalam penyelenggaraannya dilaksanakan dengan protokol kesehatan yang ketat.

"Setiap yang datang harus tes cepat antigen, menggunakan masker dan tidak boleh dilepas. Jumlah pesertanya pun dikurangi dari pelaksanaan tahun-tahun sebelumnya," ujarnya.

Kegiatan yang dilakukan tersebut tidak saja untuk berbagi dalam hal inovasi untuk meningkatkan ekonomi keluarga di masa pandemi namun juga pelaksanaan kegiatan dengan protokol kesehatan ketat.

Pewarta :
Editor: Ikhwan Wahyudi
COPYRIGHT © ANTARA 2021