Pemkab Pessel himbau pelaksanaan pemotongan hewan kurban pada idul adha 1442 H patuhi protokol kesehatan

id berita sumbar,berita painan,berita pessel

Pemkab Pessel himbau pelaksanaan pemotongan hewan kurban pada idul adha 1442 H patuhi protokol kesehatan

Ilustrasi hewan kurban (ANTARA/HO/21)

Painan (ANTARA) - Pemkab Pesisir Selatan pelaksanaan pemotongan hewan kurban baik di masjid, mushallah atau tempat lainnya pada Idul Adha 1442 Hijriyah yang jatuh tanggal 20 Juli 2021,tetap mematuhi protokol kesehatan (Prokes).

"Hal itu dilakukan dalam upaya memutus mata rantai penularan Covid 19 yang hingga saat ini masih terjadi di berbagai wilayah, termasuk Kabupaten Pesisir Selatan," kata Kabag Kesra Setdakab Pesisir Selatan, Yoli Aang Sofria, Jumat (25/6).

Ia menambahkan untuk setiap penitia dan masyarakat yang datang saat pemotongan hewan korban wajib memakai masker, menjaga jarak, mencuci tangan dan lain sebagainya. Kemudian panitia harus menyediakan sarana Prokes seperti tempat mencuci tangan, alat pengukur suhu tubuh, handsanitizer dan lainnya.

Menurutnya, pelaksanaan pemotongan dengan mematuhi Prokes itu harus disosialisasikan oleh semua unsur panitia kurban dan masyarakat. "Harapan kita walinagari yang langsung terjun ke masyarakat mengajak agar penyelenggaraan salat Idul Adha dan pemotongan hewan kurban nanti mematuhi protokol kesehatan," katanya.

Sementara itu Juru Bicara Satgas Penanganan Covid 19 Kabupaten Pesisir Selatan, Rinaldi, Jumat (25/6) mendukung penerapan Prokes ketika pemotongan hewan kurban saat Idul Adha 1442 Hijriyah nanti.

"Kami mengimbau masyarakat jangan sampai lengah terhadap bahaya Covid 19. Karena hingga kini disejumlah daerah penularan Covid 19 masih terjadi. Intinya kita harus selalu waspada," katanya.

Pasalnya, hingga saat ini penularan Covid 19 di Kabupaten Pesisir Selatan masih terjadi, dimana jumlah pasien terkonfirmasi positif Covid 19 di Pesisir Selatan sudah mencapai 1.912 orang. Dari jumlah itu, sebanyak 1.744 orang telah sembuh, 58 orang meninggal dunia dan 110 orang dirawat/isolasi.
Pewarta :
Editor: Mukhlisun
COPYRIGHT © ANTARA 2021

Komentar