Dinkes Solok sosialisasikan aplikasi Silacak ke Babinsa dan Babinkamtibmas

id Berita solok, sumbar berita, pemkot solok

Dinkes Solok sosialisasikan aplikasi Silacak ke Babinsa dan Babinkamtibmas

Ilustrasi Forum Oto Ranah Minang bersama Kodim 0309/Solok bagikan ribuan masker. (antarasumbar/HO-Kodim 0309/Solok)

Solok (ANTARA) - Dinas Kesehatan Kota Solok, Sumbar menyosialisasikan penggunaan aplikasi Silacak ke Bintara Pembina Desa (Babinsa) dan Bhayangkara Pembina Keamanan dan Ketertiban Masyarakat (Babinkamtibmas) Solok bertujuan untuk memantau kontak erat kasus COVID-19.

Plt Kepala Dinas Kesehatan Kota Solok Ardinal di Solok, Sabtu berharap kegiatan sosialisasi tersebut dapat meningkatkan cakupan tiga P, yakni pengujian, penelusuran, dan perawatan yang selama ini penerapannya dinilai masih rendah.

“Sosialisasi aplikasi Silacak ini bertujuan untuk mencari dan memantau kontak erat dari kasus yang konfirmasi COVID-19 di setiap kelurahan di Kota Solok," kata dia.

Menurut dia penggunaan aplikasi itu juga dapat memudahkan untuk menemukan data terkonfirmasi dengan cepat dan akurat sehingga cepat pula melakukan penanganannya.

"Dengan adanya tracer tersebut akan memudahkan petugas Puskesmas dalam memantau orang yang memiliki riwayat kontak erat dengan pasien yang terkonfirmasi,” ucap dia.

Ia menyebutkan beberapa hal yang menjadi poin pembahasan dalam sosialisasi itu, yaitu pentingnya membangun kerja sama dan koordinasi antara tim Puskesmas dengan tracer dalam hal ini Babinsa dan Babinkamtibmas untuk penguatan tiga P.

Ia berharap dengan adanya aplikasi itu, kasus konfirmasi sedini mungkin dapat ditindaklanjuti untuk mencegah penyebaran kasus COVID-19 serta pengentrian data pada aplikasi Silacak dapat dilaksanakan dengan maksimal.

“Tentu dengan adanya kegiatan ini, dapat mendukung kegiatan pengujian, penelusuran, dan perawatan (3P) di Kota Solok," ujarnya.

Dengan demikian, Ardinal mengatakan tujuan untuk terselenggaranya upaya percepatan pencegahan dan pengendalian COVID-19 dapat terwujud.

“Dalam hal ini yang menjadi sasaran langsung sebagai pelacakan, yakni Babinsa dan Babinkantibmas serta petugas surveilans Puskesmas sebagai petugas pengolah data," ucapnya.

Selain itu, kata dia dalam melakukan pelacakan, penting untuk mengidentifikasi waktu dan tempat dari orang-orang yang berkontak dengan penderita COVID-19, lalu menginformasikan orang-orang yang mungkin terpapar virus, dan mengisolasi orang-orang yang terjangkit COVID-19 untuk mencegah penyebaran lebih lanjut.

“Pastinya, kita tetap diharapkan untuk dapat mempertahankan protokol kesehatan dengan wajib memakai masker, mencuci tangan dengan sabun dan air mengalir, menjaga jarak, menghindari kerumunan serta vaksinasi,” ujar dia.

Ia juga mengharapkan dengan adanya aplikasi Silacak ini ke depannya dapat membantu dan mengevaluasi penyebaran COVID-19 serta penanganannya.

Menurut dia penggunaan aplikasi Silacak pun mudah dilakukan dan dapat dilakukan melalui gadget sehingga pelaporannya pun akan lebih terarah.

Peran aktif Babinsa dan Babinkamtibmas sebagai ujung tombak di lapangan dapat menjadi pelopor dalam menekan penyebaran COVID-19 pada wilayah binaan.

Pewarta :
Editor: Ikhwan Wahyudi
COPYRIGHT © ANTARA 2021

Komentar