Sejak 2020, telah 40 warga Bukittinggi meninggal dunia karena COVID-19

id berita bukittinggi,berita sumbar,covid

Sejak 2020, telah 40 warga Bukittinggi meninggal dunia karena COVID-19

PLT Dinas Kesehatan Kota Bukittinggi, Linda Faroza. (antarasumbar/Al Fatah)

Terjadi penambahan kasus kematian karena COVID-19 yang disertai penyakit bawaan dari pasien sebanyak dua orang, masing-masing dari Kelurahan Garegeh dan ATTS,
Bukittinggi (ANTARA) - Sejak tahun 2020, tercatat telah 40 orang warga kota Bukittinggi, Sumatera Barat meninggal dunia akibat virus COVID-19.

Terakhir, Rabu (9/6), dua warga Bukittinggi wafat setelah terpapar COVID-19 dan angka total warga yang meninggal menjadi 40 orang sejak 2020.

"Terjadi penambahan kasus kematian karena COVID-19 yang disertai penyakit bawaan dari pasien sebanyak dua orang, masing-masing dari Kelurahan Garegeh dan ATTS," kata PLT Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Bukittinggi, Linda Faroza di Bukittinggi, Kamis.

Ia menjelaskan, data terakhir dari Dinkes Kota Bukittinggi mencatat terjadi penambahan kasus sebanyak 21 orang pada Rabu.

"Rinciannya, dua orang di Kecamatan Guguk Panjang, 13 orang di Kecamatan Mandiangin Koto Selayan dan enam orang dari Kecamatan Aur Birugo Tigo Baleh (ABTB)," kata dia.

Penambahan kasus ini menjadikan Kota Bukittinggi memiliki 1.959 orang terkonfirmasi positif COVID-19 sejak kasus ini muncul pada 2020.

Linda Faroza menambahkan, Pemkot Bukittinggi melalui Dinas Kesehatan berharap warga lanjut usia di kota ini bersedia melakukan vaksinasi gratis untuk langkah antisipasi penyebaran.

"Karena dari data yang didapat, 80 persen pasien yang meninggal itu memiliki usia diatas 60 tahun, dengan itu kita berharap agar lansia kita bisa terlindungi dari COVID-19 ini dengan pemberiaan vaksin," kata dia.

Dinas Kesehatan juga mengimbau kepada seluruh warga untuk patuh protokol kesehatan dan menjaga kondisi tubuh diri sendiri dan keluarga.

"Mari tingkatkan imun, makan makanan bergizi, istirahat yang cukup, serta selalu berdoa semoga wabah pandemi COVID-19 segera berakhir," kata Linda.

Di Kota Bukittinggi yang masuk dalam zona oranye terus dilakukan imbauan dan penertiban oleh pihak keamanan untuk mematuhi prokes.

Terakhir, petugas berhasil menjaring 30 orang warga yang membandel tidak mengenakan masker di lokasi Pasar Bawah dan Pasar Aur.

Petugas memberikan sanksi sosial dan denda serta melakukan tes rapid kepada pelangggar yang berhasil menemukan satu orang reaktif.

Pewarta :
Editor: Hendra Agusta
COPYRIGHT © ANTARA 2021

Komentar