Dari serabut kelapa, pemuda ini angkat perekonomian lingkungannya

id pot serabut kelapa,pengusaha muda

Dari serabut kelapa, pemuda ini angkat perekonomian lingkungannya

Para ibu rumah tangga dan anak-anak putus sekolah tengah membuat pot yang terbuat dari serabut kelapa di Padang, Rabu. (ANTARA/Mutiara Ramadhani)

Padang (ANTARA) - Seorang pemuda asal Padang Egi Adhi Saputra yang baru berusia 22 tahun telah mampu mampu mengangkat perekonomian masyarakat di lingkungannya dengan memberdayakan ibu-ibu rumah tangga serta anak putus sekolah untuk membuat pot dari serabut kelapa.

Egi di Padang, Rabu mengatakan usaha yang ia geluti tersebut berbasis kemasyarakatan dengan mengajak anak-anak putus sekolah dan ibu rumah tangga di sekitar rumah untuk sama-sama memproduksi pot tersebut.

Saat ini sudah ada 16 orang yang bergabung memproduksi pot tersebut dan 5 orang di antaranya merupakan anak putus sekolah yang sebelumnya biasa pergi kelaut.

"Anak-anak putus sekolah itu ada yang tidak tamat SD dan ada juga yang tidak tamat SMP, jadi dari pada mereka ke laut lebih baik kerja disini," ucapnya.

Lebih lanjut, ia mengatakan usaha tersebut bermula dari ibunya yang baru selesai mendapatkan pelatihan pembuatan kaligrafi dari sabut kelapa dan sekaligus mendapat mesin untuk pengolahan sabut kelapa menjadi siap pakai.

Ia dimotivasi ibunya untuk mengembangkan usaha tersebut hingga akhirnya berguru kepada YouTube untuk mengkreasikan sabut kelapa menjadi berbagai macam karya yang bernilai jual tinggi.
Para ibu rumah tangga dan anak-anak putus sekolah tengah membuat pot yang terbuat dari serabut kelapa di Padang, Rabu. (ANTARA/Mutiara Ramadhani)


Ia mengatakan omset yang diterima sebulan sebesar Rp6 juta dengan biaya produksi yang dikeluarkan sekitar Rp2 juta hingga Rp3 juta.

Dari hasil penjualan pot tersebut, dirinya mampu mendaftar umrah. "Alhamdulillah saya sudah bisa daftar umrah akhir tahun kemarin dan tahun ini rencananya akan berangkat, semua itu hasil dari jualan pot menggunakan limbah serabut kelapa," katanya.

Sementara itu, Amaniarti ibunya Egi mengatakan setelah mendapat mesin dari pelatihan yang diberikan oleh Angkasa Pura II, kemudian anaknya bersama remaja lainnya berinovasi untuk menciptakan pot.

"Waktu awal pandemi COVID-19 tahun lalu lagi musim bunga sehingga muncul ide dari anak saya dan remaja lain untuk membuat pot dari serabut kelapa, yang dijual mulai dari harga Rp10 ribu hingga Rp100 ribu" sebutnya.

Ia mengatakan selain pot masih ada banyak lagi karya lain yang dihasilkan seperti turus atau tonggak bunga, kaligrafi, tempat tisu, tempat sedotan, bantal kursi, sendal, dan lainnya.

Pemasaran usahanya sudah dilakukan secara online melalui Shopee, Bajojo.id dan lainnya, bahkan usahanya tersebut menarik acara stasiun tv nasional hingga diundang untuk jadi bintang tamu di acara Kick Andy.

Proses pembuatan pot dimulai dengan merendam serabut kelapa ke dalam air selama 15 hari kemudian dijemur, lalu diserut menggunakan masin hingga menjadi serabut kelapa dan di masukkan ke dalam rangka pot yang terbuat dari kawat.

Bagi masyarakat yang ingin memesan online bisa melalui Instagram @farillapot_, dan Shopee dengan nama Serabut Farilla, atau hubungi di 081374530616.
Pewarta :
Editor: Joko Nugroho
COPYRIGHT © ANTARA 2021

Komentar