Makhluk misterius hebohkan warga Palembayan agam

id berita agam,berita sumbar,beruang

Makhluk misterius hebohkan warga Palembayan agam

Beruang madu sedang berdiri di lokasi pemukiman warga Palembayan, Senin (7/6) malam. (antarasumbar/Dok Resor KSDA Agam)

Kamera penjebak yang kita pasang di Gantiang Jorong Pasa Palambayan, merekam gambar visual beruang madu yang sedang melintas,
Lubuk Basung (ANTARA) - Kamera trap atau penjebak milik Resor Konservasi Sumber Daya Alam (KSDA) Agam, Sumatera Barat memantau beruang madu atau (helarctos malayanus) di lokasi makhluk misterius yang meresahkan warga Palembayan Tangah, Nagari IV Koto Pelembayan, Kecamatan Palembayan, sejak beberapa bulan lalu.

"Kamera penjebak yang kita pasang di Gantiang Jorong Pasa Palambayan, merekam gambar visual beruang madu yang sedang melintas," kata Kepala Resor KSDA Agam, Ade Putra di Lubukbasung, Selasa.

Ia mengatakan, kamera penjebak itu dilihat pada Selasa (8/6) siang, setelah mendapat laporan dari wali jorong setempat bahwa ada penampakan di lokasi.

Untuk kamera kedua dan ketiga, tambahnya masih dilihat dan petugas sedang menuju lokasi.

"Petugas sedang menuju lokasi, karena jarak kamera satu dengan kamera dua dan tiga sekitar 10 kilometer," katanya.

Ia menambahkan, dengan terpantaunya beruang madu, maka pihaknya akan memasang kandang jebakan di lokasi.

Ini mengingat lokasi merupakan pemukiman warga, satwa itu sudah berulang kali muncul dan meresahkan warga.

Satwa dilindungi Undang-undang Nomor 5 Tahun 1990 tentang Konservasi Sumber Daya Alam Hayati dan Ekosistemnya itu bakal dilepasliar ke habitatnya, apabila tertangkap.

"Kandang jebak itu bakal kita pasang dalam waktu dekat untuk mengevakuasi satwa dilindungi itu," katanya.

Sebelumnya, Resor KSDA Agam memasang tiga kamera trap atau penjebak di lokasi munculnya makhluk misterius meresahkan warga Palembayan Tangah, Nagari IV Koto Pelembayan, Kecamatan Palembayan.

Kamera pertama dipasang di Gantiang Jorong Pasa Palambayan, kamera kedua dan tiga dipasang di Lakuak Jorong Palembayan Tangah.

"Tiga kamera penjebak itu dipasang di tempat munculnya dan lokasi jejak ditemukan. Pemasangan kamera itu untuk mendaparkan gabaran visual terkait penampakan yang dilaporkan warga," katanya. ***2***

Pewarta :
Editor: Hendra Agusta
COPYRIGHT © ANTARA 2021

Komentar