Peternak di Payakumbuh hanya mampu memenuhi 30 persen kebutuhan sapi kurban

id sapi payakumbuh,hewan kurban,sapi simental

Peternak di Payakumbuh hanya mampu memenuhi 30 persen kebutuhan sapi kurban

Sejumlah sapi potong saat dilepas dipadang rumput untuk pada satu areal di Balai Pembibitan Ternak Unggul Hijauan Pakan Ternak di Padang Mengatas, Payakumbuh, Kab.Lima Puluh Kota, Sumbar, Kamis (17/10). Pemerintah berusaha dengan adanya Balai Pembibitan Ternak Unggul Hijauan Pakan Ternak tersebut diharapkan tahun 2014 nanti bisa mememenuhi kebutuhan daging sapi secara nasional. fotoantarasumbar/Maril/13

​​​​​​​Payakumbuh (ANTARA) - Dinas Pertanian Kota Payakumbuh, Sumatera Barat mencatat bahwa hampir setiap tahunnya hanya 30 persen kebutuhan sapi kurban yang dapat dipenuhi peternak di daerah itu.

Kepala Dinas Pertanian Kota Payakumbuh Depi Sastra di Payakumbuh, Senin, mengatakan dalam dua tahun terakhir rata-rata kebutuhan sapi kurban di Payakumbuh 1.700 ekor sampai 1.800 ekor.

"Jika berkaca-kaca dari tahun sebelumnya kebutuhan sapi kurban di Payakumbuh berkisar antara 1.700 sampai 1.800 dan setiap tahunnya hanya sekitar 30 persen atau 600-an ekor kebutuhan yang dapat dipenuhi dari peternak Payakumbuh," ujarnya.

Ia mengatakan setiap tahunnya kebutuhan sapi kurban ini selalu dipenuhi oleh daerah lainnya yang berasal dari Sumatera Barat.

"Transaksinya itu biasanya di Pasar Ternak kita, dominannya itu berasal dari daerah tetangga kita, yakni Kabupaten Limapuluh Kota, Solok dan Tanah Datar," kata dia.

Ia mengatakan sapi kurban yang berasal dari daerah lainnya tersebut tentu harus memiliki Surat Keterangan Kesehatan Hewan (SKKH).

Sementara secara keseluruhan total produktivitas ternak sapi di daerah itu pada 2020 berjumlah 5.965 ekor meningkat dari 2019 yang jumlahnya 5.849 ekor dengan berbagai jenis mulai dari sapi lokal dan simental.

"Kalau yang dijadikan kurban jenisnya juga beragam dan sesuai dengan kesanggupan masing-masing pengurus kurban. Ada yang sapi lokal juga dan juga simental," ujarnya.

Untuk penggunaan sapi betina sebagai hewan kurban masih tinggi, katanya menambahkan.

Berdasarkan evaluasi pelaksanaan kurban pada 2020, hanya 40 persen sapi jantan dan 60 persen sapi betina yang dijadikan hewan kurban.

"Ini yang harus kita sosialisasikan secara terus menerus kepada setiap pengurus masjid, mushalla, dan pengurus kurban untuk menekan angka penggunaan sapi betina ketika hari raya kurban," ujarnya.

Ia mengharapkan agar tahun ini penggunaan sapi jantan bisa lebih banyak dari sapi betina sebagai hewan kurban agar populasi sapi terus terjaga.

"Kebanyakan alasannya tentu karena harga sapi betina yang lebih murah dari sapi jantan,ini yang banyak menjadi alasan oleh masyarakat kita," kata dia.

Pewarta :
Editor: Joko Nugroho
COPYRIGHT © ANTARA 2021

Komentar