Dermaga di Danau Wisata Kandi Sawahlunto rubuh dan tewaskan lima warga

id berita sawahlunto,berita sumbar,rubuh

Dermaga di Danau Wisata Kandi Sawahlunto rubuh dan tewaskan lima warga

Proses evakuasi korban pada Rabu (26/5) malam. (Antarasumbar/HO-Polres Sawahlunto)

Lima warga meninggal dunia dalam peristiwa ini,
Padang (ANTARA) - Badan penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Sawahlunto, Sumatera Barat (Sumbar) menyatakan peristiwa rubuhnya dermaga daerah setempat pada Rabu (26/5) tewaskan lima orang.

Kelima korban itu dilaporkan sempat tenggelam ke dalam danau, kemudian dilakukan pencarian dan dievakuasi oleh personel BPBD serta instansi terkait.

"Lima warga meninggal dunia dalam peristiwa ini," kata Kepala Pelaksana BPBD Sawahlunto, Adriyusman saat dihubungi dari Padang, Kamis.

Ia mengatakan proses pencarian dan evakuasi telah dihentikan pihaknya karena seluruh korban telah ditemukan.

Selain lima korban yang meninggal dunia, ada tiga korban lainnya dalam peristiwa itu. Ketiganya ditemukan dalam keadaan selamat sehingga total korban sebanyak delapan orang.

Adriyusman menyebutkan korban dari peristiwa dermaga rubuh itu merupakan warga Sawahlunto.

Sebelumnya, Danau Wisata Kandi Sawahlunto merupakan salah satu destinasi yang diminati di kota itu berupa pemandangan alam, dan danau.

Sementara dermaga yang roboh diketahui merupakan dermaga yang dibangun sekitar dua tahun belakangan.

Korban ditenggarai tengah berada di atas dermaga ketika rubuh, sehingga terjatuh ke dalam air.

Ia mengatakan ada sekitar 80 personel yang berjibaku dalam melakukan pencarian korban sepanjang Rabu (26/5) malam, mulai sekitar pukul 19.00 WIB hingga pukul 00.00 WIB.

Personel itu merupakan gabungan antara BPBD, Satpol-PP, Pemadam Kebakaran, kepolisian, TNI, relawan, dan lainnya.

Pada bagian lain, saat ini polisi telah menutup sementara kawasan wisata Danau Kandi dan mulai melakukan penyelidikan terhadap peristiwa.

Baca juga: Penyebab robohnya dermaga Danau Tandikek Sawahlunto dan sebabkan lima pengunjung meninggal masih didalami polisi

Pewarta :
Editor: Hendra Agusta
COPYRIGHT © ANTARA 2021

Komentar