Pemkot Pariaman akan laksanakan salat idul fitri dengan protokol kesehatan ketat

id shalat idul fitri, berita pariaman, berita Sumbar

Pemkot Pariaman akan laksanakan salat idul fitri dengan protokol kesehatan ketat

Wali Kota Pariaman, Sumbar Genius Umar. (Antara/Aadiat MS)

Pariaman (ANTARA) - Pemerintah Kota (Pemkot) Pariaman, Sumatera Barat berencana akan melaksanakan salat Idul Fitri 1442 Hijriah di halaman kantor wali kota setempat jika status daerah itu hijau atau kuning dari penyebaran COVID-19 dengan menerapkan protokol kesehatan yang ketat.

"Rencananya kami akan melaksanakan salat Idul Fitri di Halaman Balai Kota Pariaman, namun itu jika Pariaman masih pada zona kuning atau hijau," kata Wali Kota Pariaman Genius Umar di Pariaman, Sabtu.

Ia mengatakan saat ini Pariaman berada di zona kuning sehingga potensi pelaksanaan salat Idul Fitri secara berjamaah dengan menerapkan protokol kesehatan dapat dilaksanakan.

Namun, lanjutnya jika Pariaman nantinya masuk ke dalam zona merah atau oranye maka rencana tersebut dibatalkan dan kegiatan salat dilaksanakan di rumah masing-masing.

Hal tersebut, kata dia mengacu pada hasil rapat dari Kementerian Dalam Negeri, Badan Penanggulangan Bencana Nasional dan Kementerian Kesehatan yaitu jika daerah itu berada di zona kuning dan hijau maka masih bisa melaksanakan salat Idul Fitri.

Jika status daerah itu masuk ke dalam zona merah dan oranye maka tidak boleh dilaksanakan salat Idul Fitri berjamaah.

Ia menyampaikan rencananya pihaknya akan melaksanakan di area Pasar Pariaman namun karena lokasinya yang membuat petugas kesulitan mengontrol jamaah dalam hal jumlah jamaah serta protokol kesehatan maka rencana itu dibatalkan.

"Jadi diputuskan di halaman kantor wali kota karena ada pagar sehingga jamaah bisa dikontrol," ujarnya.

Jika halaman Kantor Wali Kota Pariaman sebagai lokasi pelaksanaan sudah banyak dihadiri jamaah, lanjutnya maka gerbangnya akan ditutup sehingga warga atau pihak lainnya tidak dapat memasukinya.

Ia menegaskan hal tersebut masih rencana dan bisa saja dibatalkan jika status Pariaman dari penyebaran COVID-19 menjadi oranye atau merah.

Pewarta :
Editor: Ikhwan Wahyudi
COPYRIGHT © ANTARA 2021

Komentar