Harga ikan bilih naik jadi Rp80 ribu di Pasar Raya Solok

id Berita solok, sumbar berita, ikan bilih langka

Harga ikan bilih naik jadi Rp80 ribu di Pasar Raya Solok

Pedagang ikan bilih di Pasar Raya Solok, Marianis (Antara/Laila Syafarud)

Solok (ANTARA) - Ikan bilih (Mystacoleucus padangensis) merupakan ikan endemik Danau Singkarak yang berukuran sekitar 6-12 centimeter mengalami kenaikan harga menjadi Rp80 ribu dari biasanya hanya Rp60 ribu per kilogram.

"Kenaikan harga ikan bilih ini sudah berlangsung sejak awal Ramadhan 1442 Hijriah dan disebabkan karena keberadaannya yang mulai langka di sekitar Danau Singkarak," kata salah seorang pedagang ikan bilih Marianis (45) di Solok, Sabtu.

Selain itu, Marianis menyebutkan harga penjualan ikan bilih goreng juga naik menjadi Rp300 ribu per kilogram dari harga biasanya hanya Rp250 per kilogram.

"Harga ikan bilih goreng memang mahal daripada ikan bilih mentah, karena ikan bilih goreng lebih ringan dari ikan bilih mentah," kata dia.

Selain ikan bilih, harga pensi yang merupakan hasil tangkapan nelayan Danau Singkarak juga naik menjadi Rp60 ribu per kilogram dari Rp50 ribu per kilogram.

Marianis mengatakan saat ini ikan bilih sangat susah dicari, bahkan sekali menjala hanya mendapatkan tiga sampai empat ekor saja, sehingga nelayan sekarang ini banyak beralih profesi.

Pedagang lainnya Putri (30) mengatakan pada tiga tahun yang lalu, ia masih bisa melihat sekumpulan ikan bilih berenang-renang di Muara di dekat rumahnya, Nagari Muaro Pingai, Kecamatan Junjung Sirih, Kabupaten Solok, Sumbar.

Putri menyebutkan biasanya selama Ramadhan penggorengan ikan bilih mencapai 200 kilogram untuk dijual secara daring memenuhi permintaan perantau.

"Namun persoalannya sekarang, permintaan banyak ikannya tidak ada," kata dia.

Ikan bilih biasanya dapat ditemui di sekitar Danau Singkarak, yang berada di dua kabupaten, yakni Kabupaten Solok dan Kabupaten Tanah Datar.

Namun belakangan, ikan tersebut sudah semakin sulit didapat, tangkapan nelayan tinggal sedikit, dan harga jual pun melonjak.

Pewarta :
Editor: Ikhwan Wahyudi
COPYRIGHT © ANTARA 2021

Komentar