Wall Street bervariasi, Dow di rekor tertinggi

id Wall Street,indeks Dow,indeks S&P 500,indeks Nasdaq,saham teknologi,data ekonomi AS

Wall Street bervariasi, Dow di rekor tertinggi

Bursa saham Wall Street, AS. ANTARA/Reuters

New York (ANTARA) - Wall Street beragam pada perdagangan Rabu (Kamis pagi WIB), dengan indeks Dow Jones Industrial Average berakhir pada rekor tertinggi, didorong oleh sektor energi dan sektor sensitif ekonomi lainnya, sementara Nasdaq ditutup di zona merah karena saham-saham pertumbuhan megacap tergelincir.

Indeks Dow Jones Industrial Average terangkat 19,80 poin atau 0,06 persen menjadi menetap di 34.133,03 poin. Indeks S&P 500 kehilangan 28,00 poin atau 0,67 persen, menjadi berakhir di 4.164,66. Indeks Komposit Nasdaq terpangkas 261,61 poin atau 1,88 persen, menjadi ditutup pada 13.633,50 poin.

Keuntungan kuat dari Goldman Sachs, Caterpillar dan Chevron mengirim Dow ke rekor tertinggi. Sektor energi dan material melanjutkan momentum minggu ini, memimpin kenaikan di antara sektor S&P 500. Sektor defensif utilitas dan real estat memimpin penurunan sektoral.

“Energi, keuangan, material, industri semuanya berkinerja baik. Mereka cenderung menjadi sektor-sektor yang berorientasi siklikal dan cenderung mendapatkan keuntungan selama periode ketika ekonomi dibuka kembali dan berkembang,” kata Terry Sandven, kepala strategi ekuitas di U.S. Bank Wealth Management.

Data ekonomi dan laporan laba yang kuat mendorong indeks S&P 500 dan Nasdaq ke rekor tertinggi minggu lalu, tetapi pasar goyah di tengah kekhawatiran tentang kenaikan inflasi dan potensi suku bunga AS yang lebih tinggi.

"Begitu Anda memiliki pasar yang mencapai titik tertinggi yang kita lihat baru-baru ini, satu hal yang dikhawatirkan investor adalah meningkatnya inflasi dan apa artinya bagi profitabilitas perusahaan," kata Shawn Cruz, ahli strategi pasar senior di TD Ameritrade.

Perusahaan teknologi Megacap termasuk Amazon.com Inc dan Facebook Inc dan Alphabet Inc turun lebih dari 1,0 persen. Indeks Semikonduktor SE Philadelphia pulih dari aksi jual pada Selasa (4/5/2021) dengan menguat 0,61 persen.

Investor menjual saham-saham teknologi pada Selasa (4/5/2021) setelah Menteri Keuangan Janet Yellen menyatakan bahwa suku bunga mungkin perlu naik dalam ekonomi yang terlalu panas.

Dia kemudian mengklarifikasi bahwa kenaikan suku bunga jangka pendek bukanlah sesuatu yang dia "prediksi atau rekomendasikan" pada Selasa (4/5/2021) sore.

Laporan Ketenagakerjaan Nasional ADP menunjukkan gaji swasta AS meningkat pada April karena perusahaan bergegas untuk meningkatkan produksi di tengah lonjakan permintaan, didukung oleh bantuan pemerintah besar-besaran dan peningkatan vaksinasi terhadap COVID-19.

Angka yang lebih komprehensif dalam bentuk data penggajian non-pertanian Departemen Tenaga Kerja akan dirilis pada Jumat (7/5/2021).

Persentase keuntungan terbesar pada S&P 500 adalah Caesars Entertainment Inc, yang melonjak 7,8 persen setelah operator kasino itu mengatakan pihaknya mengharapkan keuntungan dari pembukaan kembali ekonomi.

Pada Nasdaq 100, pencetak keuntungan terbesar adalah T-Mobile US Inc, yang terangkat 4,4 persen setelah menaikkan perkiraan penambahan bersih pelanggan pascabayar setahun penuh.

Peloton Interactive Inc anjlok 14,6 persen, mencapai level terendah delapan bulan karena pengumuman penarikan treadmill di tengah laporan beberapa cedera dan kematian seorang anak dalam sebuah kecelakaan.
Pewarta :
Editor: Joko Nugroho
COPYRIGHT © ANTARA 2021

Komentar