Takut dan kurang percaya kendala vaksinasi COVID-19 lansia di Tanah Datar

id vaksinasi lansia,covid-19,vaksinasi covid-19,tanah datar

Takut dan kurang percaya kendala vaksinasi COVID-19 lansia di Tanah Datar

Kepala Bidang Pecegahan dan Pengendalian Penyakit (P2P) Dinas Kesehatan Tanah Datar Roza Mardiah. (Antara/Etri Saputra)

Batusangkar, (ANTARA) - Vaksinasi COVID-19 untuk warga lanjut usia (lansia) di Kabupaten Tanah Datar, Sumatera Barat belum sampai satu persen dari target yang ditetapkan.

Kepala Bidang Pecegahan dan Pengendalian Penyakit (P2P) Dinas Kesehatan Tanah Datar Roza Mardiah di Batusangkar, Kamis, mengatakan tidak sampainya realisasi vaksinasi tersebut dikarenakan ketakutan warga dan ketidakpercayaan.

"Mereka beralasan takut dan tidak percaya terhadap COVID-19 dan memilih pasrah karena berpikir sudah tua," katanya.

Meski belum bisa diterima oleh masyarakat, khususnya warga lanjut usia, pihaknya tetap berupaya mensosialisasikan kembali kepada kelompok itu akan pentingnya vaksinasi.

"Kita akan tetap berupaya mensosialisasikan kembali kepada kelompok itu akan pentingnya vaksinasi dan meyakinkan mereka COVID-19 itu ada," katanya.

Ia mengatakan untuk pemberian vaksinasi bagi warga lanjut usia tersebut tergabung bersama petugas pelayanan publik di Tanah Datar.

Dari sebanyak 38.116 target vaksinasi tahap sekarang ini baru sekitar 400 an warga lanjut usia yang mau divaksin, atau tidak sampai satu persen dari jumlah itu.

Sedangkan sejak pemberian vaksin dari tahap awal, bagi kelompok tenaga kesehatan maupun kelompok seperti TNI dan Polisi termasuk Aparatur Sipil Negara (ASN) sudah hampir terealisasi semuanya.

"Vaksinasi itu kan diberikan secara bertahap terhadap kelompok-kelompok tertentu, kalau untuk tenaga kesehatan, TNI dan Polisi serta ASN sudah mulai rampung, nah sekarang kita masuk ke kelompok lansia," katanya.

Ia mengatakan terkait cenderung naiknya angka kasus positif COVID-19 di Tanah Datar ia mengimbau masyarakat untuk tetap disiplin dalam menerapkan protokol kesehatan.
Pewarta :
Editor: Joko Nugroho
COPYRIGHT © ANTARA 2021

Komentar