Pemkot Padang akan kembangkan ternak sapi perah di Taman Hutan Bung Hatta

id berita padang,berita sumbar,sapi

Pemkot Padang akan kembangkan ternak sapi perah di Taman Hutan  Bung Hatta

Kepala Dinas Pertanian Kota Padang, Syahrial Kamat. (Antarasumbar/Ikhwan Wahyudi)

Untuk tahap awal ditawarkan untuk 50 sampai 100 ekor mulai dari pembukaan lahan, pembuatan kandang, hingga tempat pemerahan sapi,
Padang (ANTARA) - Pemerintah Kota (Pemkot) Padang akan mengembangkan kawasan Taman Hutan Raya (tahura) Bung Hatta menjadi lokasi peternakan sapi perah sebagai salah satu upaya memenuhi kebutuhan susu segar di daerah setempat.

"Rencana ini menindaklanjuti pengembangan sapi perah oleh Kementerian Pertanian di seluruh Indonesia dan Padang dinilai strategis," kata Kepala Dinas Pertanian Kota Padang, Syahrial Kamat di Padang, Rabu.

Menurutnya kenapa dipilih lokasi Taman Hutan Raya Bung Hatta karena sapi perah hidup di daerah berhawa sejuk dan cocok dengan kondisi udara di Tahura.

"Untuk tahap awal ditawarkan untuk 50 sampai 100 ekor mulai dari pembukaan lahan, pembuatan kandang, hingga tempat pemerahan sapi," kata dia.

"Anggaran yang disiapkan Rp8 miliar dan mudah-mudahan pada tahap awal dikabulkan Rp2,7 miliar," lanjutnya.

Ia menyampaikan konsepnya juga akan dibangun lahan pengembalaan sekitar 100 hektare dengan tetap mempertahankan pepohonan yang ada.

Ia melihat dari data yang ada sapi perah di Padang hanya 72 ekor saat ini dengan kapasitas produksi susu segar 20 liter satu hari.

"Oleh sebab itu jika semua warga Padang minum satu gelas susu segar saja satu bulan, maka butuh 300 ribu liter susu sapi segar atau butuh 6.000 sapi untuk menghasilkan susu," katanya.

Berangkat dari hal itu Padang berupaya untuk mengembangkan ternak sapi perah untuk memenuhi kebutuhan sapi perah lewat peternakan di Taman Hutan Raya Bung Hatta.

Ia menyebutkan dari 2.400 hektare lahan di Taman Hutan Raya Bung Hatta ada tiga blok yaitu pemanfaatan sebanyak 127 hektare yang bisa dipakai, blok terisi untuk area kemah dan sisanya hutan lindung tidak bisa diganggu gugat.

Sebelumnya pada pada 2018 ada rencana investor membangun cottage ramah lingkungan termasuk restoran dan restarea sehingga bisa menjadi tempat wisata.

Saat itu investor sudah presentasi di hadapan Wali Kota Padang dan seluruh kepala SKPD.

"Akan tetapi sampai saya dilantik jadi Kepala Dinas Pertanian pada 2019 investor tersebut tidak pernah datang lagi," katanya.

Lalu saat pandemi juga ada investor ingin mendirikan water boom di Tahura dan sudah difasilitasi untuk melihat langsung tapi hanya sekali bertemu setelah itu tidak ada lagi komunikasi.

Kemudian ada lagi investor dari Jakarta yang berminat mengembangkan lokasi kedai kopi kekinian sebagai rest area.

Terakhir datang lagi investor ingin mendirikan SPBU lengkap dengan rest area bagi para pengemudi truk karena banyak truk lewat akan tetapi sama dengan sebelumnya cuma sekali bertemu kemudian tidak ada lagi tindak lanjut.

Akhirnya Pemkot Padang memutuskan ketimbang dikelola swasta menjadikan Taman Hutan Raya Bung Hatta sebagai lokasi pengembangan sapi perah.

Pewarta :
Editor: Hendra Agusta
COPYRIGHT © ANTARA 2021

Komentar