Lapas Biaro produksi ikan asap bersama warga binaan

id berita bukittinggi,berita sumbar,lapas

Lapas Biaro produksi ikan asap bersama warga binaan

Ilustrasi - Lembaga Pemasyarakatan (Lapas). ANTARA/Ardika/am.

Kita bangga kepada Lapas kelas IIA Bukittinggi ini yang sudah mampu berproduksi ikan asap hingga mencapai 300 kg setiap harinya dan merupakan yang pertama di Sumbar,
Bukittinggi (ANTARA) - Lembaga pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIA Bukittinggi di Biaro melaksanakan kegiatan operasional bersama warga binaan dengan memproduksi ikan asap dan kerajinan lainnya.

Kegiatan produktif ini disambut baik Kepala Kanwil Kemenhumham Sumbar, R Andika Dwi Prasetya yang membuka peresmian produksi ikan asap di Lapas Biaro, Kamis.

" Kita bangga kepada Lapas kelas IIA Bukittinggi ini yang sudah mampu berproduksi ikan asap hingga mencapai 300 kg setiap harinya dan merupakan yang pertama di Sumbar," katanya.

Ikan asap tersebut dikerjakan langsung oleh warga binaan yang telah dilatih sebelumnya hingga produksinya diekspor hingga ke Malaysia .

" Luar biasa apa yang sudah dilakukan Kalapas beserta jajaran untuk menciptakan Lapas yang kondusif dan produktif ini ," tambahnya.

Kalapas Kelas IIA Bukittinggi, Marten , menerangkan untuk memperoleh ikan basahnya sendiri didapatkan dari luar daerah seperti Kota Padang, Lubuk Basung dan Pariaman.

"Jika budidaya ikan lele di Bukittinggi dan sekitarnya tersedia dan mencukupi tentunya biaya produksi ikan asap tidak akan membebani pemasarannya," ungkapnya.

Marten menambahkan untuk memproduksi ikan asap di lembaga pemasyakatan, ia dibantu oleh 35 orang pekerja yang sebelumnya sudah dilatih dan diberi pembinaan.

Sementara Direktur pembinaan narapidana dan latihan kerja produksi Kemenhumkam Thurman Hutapea menyampaikan produksi ikan asap ini mampu menjadikan warga binaan mandiri usai keluar dari lembaga pemasyarakatan.

"Ini bisa menjadi modal bagi warga binaan untuk menghidupi dirinya sendiri dan keluarganya usai keluar nanti," ujarnya.

Pihaknya akan terus mendorong lapas-lapas maupun rutan di Sumbar untuk melatih dan memberikan pelatihan agar warga binaan memiliki keahlian selama menjadi warga binaan dan ilmunya bisa dimanfaatkan setelah keluar Lapas.

Selain produksi ikan asap , warga binaan di Lapas yang terletak di Biaro Kecamatan Ampek Angkek , Kabupaten Agam ini juga dilatih untuk memproduksi jas hujan serta usaha percetakan.

Dalam peresmian pabrik ikan asap , Lapas Biaro juga meluncurkan program E-Pas Card yang bekerjasama dengan BRI dan peresmian klinik pratama .

Sistem E-Pas Card diharapkan mampu memangkas peredaran uang didalam Lapas dan juga meningkatkan pengamanan dan menghilangkan pungli serta sumber masalah lain .

Pewarta :
Editor: Hendra Agusta
COPYRIGHT © ANTARA 2021

Komentar