Ini dilakukan Pemkab Pasaman Barat untuk percepat penurunan stunting

id berita pasaman barat,berita sumbar,stunting

Ini dilakukan Pemkab Pasaman Barat untuk percepat penurunan stunting

Wakil Bupati Pasamam Barat Risnawanto, Sekda Yudesri, Ketua Komisi IV DPRD Adriwilza dan kepala OPD saat mengadakan rembuk aksi percepatan penurunan angka stunting di daerah itu dengan Kementrian Dalam Negeri, Senin. (Antarasumbar/Altas Maulana)

Ini kita lakukan untuk menentukan lokasi dan program prioritas penangan stunting nantinya
Simpang Empat (ANTARA) - Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Pasaman Barat, Sumatera Barat melakukan rembuk aksi percepatan penurunan stunting secara virtual dengan Kementerian Dalam Negeri, Senin.

Rembuk stunting tersebut diikuti juga oleh Pemerintah Provinsi Sumatera Barat, Bappeda, Wakil Bupati Pasaman Barat, Risnawanto, Sekretaris Daerah Pasaman Barat Yudesri, anggota DPRD Pasaman Barat Adriwilza serta beberapa kepala Organisasi Perangkat Daerah (OPD) terkait dan pihak nagari atau desa.

Wakil Bupati Pasaman Barat, Risnawanto mengatakan rembuk stunting bertujuan untuk menyepakati lokasi dan program prioritas penanganan stunting yang akan dilakukan pada tahun 2022.

Selain itu untuk memastikan komitmen semua pihak untuk memberikan dukungan terhadap penanganan stunting.

"Ini kita lakukan untuk menentukan lokasi dan program prioritas penangan stunting nantinya. Memastikan komitmen kita semua untuk memberikan dukungan, baik dukungan anggaran, program, atau inovasi sesuai kapasitas masing-masing dalam rangka mempercepat proses penurunan stunting di Pasaman Barat," katanya.

Ia menyadari bahwa OPD maupun nagari memiliki kemampuan anggaran yang sangat terbatas untuk melaksanakan program dalam rangka pencegahan stunting.

Oleh sebab itu, katanya diharapkan agar semua stakeholders meningkatkan koordinasi dan sinkronisasi dalam pelaksanaan intervensi penanganan dan pencegahan stunting di Pasaman Barat.

"Agar anggaran maupun sumber daya yang ada tetap dioptimalkan untuk melakukan intervensi sesuai kemampuan," tegasnya.

Menurutnya pemerintah memprioritaskan intervensi pada lokus dengan prevalensi stunting tahun 2022 yang telah ditetapkan. Ia mengucapkan terima kasih kepada pemerintah pusat, Pemprov Sumbar, perguruan tinggi, maupun swasta yang telah memberikan dukungan bagi Pasaman Barat selama ini.

Baik dalam bentuk dukungan penganggaran dan bimbingan dalam perencanaan dan pelaksanaan program pencegahan.

Ketua Komisi IV DPRD Pasaman Barat, Adriwilza menyambut baik kegiatan percepatan mengatasi stunting itu. Ia mengharapkan komitmen semua pihak untuk bersama-sama mengurangi angka stunting di Pasaman Barat.

"Banyak hal yang harus dipersamakan dalam mengatasi stunting ini. Terutama komitmen atau keinginan kita semua. Tanpa ada kerja sama yang baik maka niat baik ini tidak akan tercapai," ujarnya.

Dari data terakhir di Badan Perencanaan Pembangunam Daerah Pasaman Barat tahun 2020 angka stunting diangka 20,5 yang bersumber dari hasil penghitungan analisa dari aplikasi pencatatan dan pelaporan gizi berbasis masyarakat (ePPBGM).

Pada 2018 data stunting di Pasaman Barat berada diangka 35,1 persen dan turun menjadi 20,5 pada tahun 2020.***3***

Pewarta :
Editor: Hendra Agusta
COPYRIGHT © ANTARA 2021

Komentar