Kejari Padang tunggu penetapan pengadilan untuk kasus skimming

id berita padang, berita sumbar, skiming

Kejari Padang tunggu penetapan pengadilan untuk kasus skimming

Kepala Seksi Pidana Umum Kejari Padang Yarnes. (Antara/Fathul Abdi)

Padang (ANTARA) - Kejaksaan Negeri Padang, Sumatera Barat (Sumbar) tunggu penetapan pengadilan untuk kasus pencurian informasi kartu debit atau kredit dengan cara menyalin informasi yang terdapat pada strip magnetik kartu (skimming).

"Perkaranya telah dilimpahkan, sekarang kami menunggu penetapan jadwal sidang dan penunjukkan majelis hakim oleh pengadilan," kata Kepala Seksi Pidana Umum Kejari Padang Yarnes didampingi Jaksa Penuntut Umum (JPU) yang menangani perkara Mulyana Safitri, di Padang, Selasa.

Ia mengatakan perkara yang dilimpahkan tersebut untuk empat tersangka yang diproses dalam satu berkas dakwaan.

Pelimpahan berkas perkara telah dilakukan oleh jaksa ke Pengadilan Negeri Klas I A Padang pada Rabu (23/3).

Keempat tersangka itu adalah ML (31), RRL (35), SD (34), dan JAS (24), mereka diketahui berasal dari daerah Sumatera Utara.

Para tersangka dijerat dengan pasal 30 ayat (2) Juncto pasal 32 ayat (2) Undang-undang 11 tahun 2008 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik (ITE).

Mereka terancam hukuman penjara selama sembilan tahun.

Sebelumnya, pengungkapan kasus skimming jaringan internasional itu berawal dari laporan masyarakat yang curiga dengan gerak-gerik pelaku di salah satu mesin ATM BNI.

Ternyata di mesin ATM BNI terpasang chip dan kamera mini persis berada di atas tombol pin dan lubang kartu.

Pihak kepolisian langsung melakukan penyelidikan untuk mencari keberadaan para pelaku hingga berhasil ditangkap.

Pewarta :
Editor: Ikhwan Wahyudi
COPYRIGHT © ANTARA 2021

Komentar