Penurunan omzet dapur Rendang di tengah pandemi COVID-19 mencapai 50 persen

id berita payakumbuh,berita sumbar,rendang

Penurunan omzet dapur Rendang di tengah pandemi COVID-19 mencapai 50 persen

Pemilik Dapoer Rendang Riry Haris Budiman saat memperlihatkan rendang olahannya. (Antarasumbar/Akmal Saputra)

Dalam situasi normal omzet dalam satu harinya sekitar Rp5 juta hingga Rp8 juta,
Payakumbuh (ANTARA) - Meski aktivitas sudah mulai berjalan normal, pandemi COVID-19 masih memberikan dampak kepada menurunnya omzet pelaku usaha, salah satunya produsen olahan rendang yakni Dapoer Rendang Riry yang berada di Jalan Tan Malaka, Kecamatan Lamposi Tigo Nagari, Kota Payakumbuh, Sumatera Barat.

Pemilik Dapoer Rendang Riry, Haris Budiman di Payakumbuh, Selasa, mengatakan untuk situasi pandemi COVID-19 saat ini usahanya mengalami penurunan omzet mencapai lebih dari 50 persen.

"Dalam situasi normal omzet dalam satu harinya sekitar Rp5 juta hingga Rp8 juta," kata dia.

Ia mengatakan pada awal pandemi COVID-19 usaha miliknya sempat mengalami peningkatan penjualan karena banyak masyarakat yang ingin berbelanja dengan jumlah banyak karena ketakutan terhadap COVID-19.

"Namun setelah situasi mulai berubah, masyarakat tidak terlalu takut lagi. Penjualan mulai berangsur turun dan berkelanjutan hingga saat ini dimana penjualan masih jauh ketika situasi normal," sebutnya.

Untuk mengakali penurunan omzet, pihaknya terus memberikan diskon 10 persen setiap minggunya, yakni setiap Jumat. Bahkan sebelumnya Dapoer Rendang Riry memberikan diskon lima persen setiap harinya.

"Ini untuk mengakali agar penjualan tidak terlalu menurun. Tapi sekarang diskon hanya diberikan setiap Jumat," ujarnya.

Meski mengalami penurunan omzet, Dapoer Rendang Riry hingga saat ini memutuskan untuk tidak mengurangi karyawan atau pun pekerjanya. Namun, pihaknya memang mengurangi volume bekerja dari juru masak di dapur.

"Berkurangnya penjualan tentu produksi tiap harinya berkurang. Sehingga volume bekerja dari juru masak berkurang yang tentunya juga berdampak kepada pendapatannya," katanya.

Selain itu, dalam meningkatkan omzet usaha olahan rendang yang sudah eksis dari 2006 ini juga merambah pasar perdagangan elektronik. Pihaknya juga menyediakan pemesanan melalui Whatsapp 081372216203.

Hal ini berdampak kepada penjualan yang saat ini 70 persen diantaranya dikirim ke luar Sumatera Barat (Sumbar) dan hanya 30 persen beli di tempat. Penjualan ke luar Sumbar kebanyakan ke Riau dan Jabodetabek.

"Kami di sini memiliki 10 varian rendang, mulai dari rendang daging iris, daging suwir, ayam suwir, telur, belut, jamur, paru kering, paru basah dan lainnya. Kami juga telah memiliki kemasan yang sesuai standar dan rekomendasi BPOM," ujarnya.

Pewarta :
Editor: Hendra Agusta
COPYRIGHT © ANTARA 2021

Komentar