Kebijakan tes usap antigen membuat penumpang beralih gunakan bus

id berita padang, berita sumbar, bus padang jakarta

Kebijakan tes usap antigen membuat penumpang beralih gunakan bus

Penumpang menaiki bus Padang Jakarta. (Antara/Mutiara)

Padang (ANTARA) - Kebijakan tes usap antigen bagi calon penumpang pesawat udara membuat warga yang hendak bepergian ke Jakarta lebih memilih menaiki bus karena prosedur yang terbilang rumit menyebabkan bus jurusan Padang-Jakarta ramai penumpang.

"Sebelumnya dalam sehari armada yang diberangkatkan ke Jakarta cuma tiga bus, sekarang bisa sampai delapan bus," kata salah seorang sopir Bus NPM jurusan Padang-Jakarta Agus di Padang, Selasa.

Menurutnya dengan adanya kebijakan tes antigen, banyak penumpang pesawat Padang-Jakarta beralih menggunakan transportasi bus.

"Sejak adanya kebijakan tes usap pengguna bus jadi meningkat dan lebih banyak dari biasanya," kata dia.

Selain itu, saat ini jarak tempuh Padang-Jakarta juga menjadi lebih cepat sejak dibukanya tol dari Palembang hingga Lampung.

Jika sebelum ada tol Padang-Jakarta ditempuh dalam waktu hingga 48 jam sekarang bisa sampai hanya dalam waktu 26 hingga 30 jam.

"Artinya kalau bus berangkat pukul 10.30 WIB, maka keesokan harinya sekitar pukul 19.00 WIB sudah tiba," kata dia.

Untuk tarif tiket Padang ke Jakarta NPM memberlakukan taris bus eksekutif Rp425 ribu dan bus super eksekutif Rp500 ribu.

Sementara salah seorang penumpang bus Padang-Jakarta Musrizaldi mengatakan ia memilih menggunakan bis karena jika bepergian dengan pesawat udara prosedurnya lebih panjang dan rumit.

" Kalau bus selain biayanya yang ekonomis, juga lebih cepat sampainya karena menggunakan jalan tol Palembang Lampung," kata dia.

Sedangkan jika ia naik pesawat selain harus mengikuti tes usap antigen yang hanya berlaku dua hari juga mengeluarkan biaya tambahan untuk tes tersebut.

"Kalau di Jakarta empat hari artinya kan harus keluar biaya lagi untuk tes usap, dan kalau hasilnya positif lebih gawat lagi karena tidak bisa naik pesawat," katanya.

***1***

Pewarta :
Editor: Ikhwan Wahyudi
COPYRIGHT © ANTARA 2021

Komentar