Kasus positif COVID-19 Solok Selatan melonjak, terbanyak di Sungai Lambai

id berita solok selatan,berita sumbar,covid

Kasus positif COVID-19 Solok Selatan melonjak, terbanyak di Sungai Lambai

Petugas Kesehatan Solok Selatan menyiapkan vaksin untuk disuntikkan kepada penerima yang sudah registrasi dan lolos kesehatan. (Antarasumbar/Istimewa)

Kita harus waspada tetapi jangan takut dan tetap beraktivitas dengan menerapkan protokol kesehatan,
Padang Aro (ANTARA) - Jumlah kasus positif COVID-19 di Kabupaten Solok Selatan, Provinsi Sumatera Barat bertambah 26 orang pada Kamis, sebagian besar berprofesi sebagai karyawan swasta.

"Selain penambahan positif 26 orang, hari ini juga ada yang dinyatakan sembuh sebanyak tiga orang," kata Kepala Bagian Hubungan Masyarakat dan Protokol Setdakab Solok Selatan, Firdaus Firman di Padang Aro, Kamis.

Dari 26 orang pasien yang dinyatakan positif hari ini 11 diantaranya merupakan karyawan swasta berjenis kelamin perempuan dengan usia 20-22 tahun dan beralamat di Sungai Lambai Kecamatan Sangir.

Sedangkan sisanya berprofesi sebagai Aparatur Sipil Negara (ASN) tiga orang, ibu rumah tangga empat orang, pensiunan tiga orang, petani dua orang serta honorer, mahasiswa dan pelajar masing-masing satu orang.

Sedangkan pasien sembuh konvers dua kali sebanyak tiga orang bekerja sebagai guru, ASN dan ibu rumah tangga.

Dengan adanya penambahan 26 orang positif sampai saat ini total kasus Positif COVID-19 di Solok Selatan sebanyak 431 orang dengan sembuh 342 orang dalam perawatan atau isolasi 85 orang dan meninggal empat orang.

Pasien yang masih dinyatakan positif saat ini melakukan isolasi mandiri 80 orang, perawatan di RSUD Solok Selatan tiga orang di RSJ HB Saanin satu orang dan di RS Yarsi Padang Panjang satu orang.

Sedangkan total spesimen yang telah diperiksa sampai saat ini sebanyak 19.677 orang dengan rasio kasus positif atau positivity rate 2,19 persen.

Dia mengimbau, masyarakat agar waspada dan selalu patuhi protokol kesehatan karena COVID-19 ini benar-benar ada.

"Kita harus waspada tetapi jangan takut dan tetap beraktivitas dengan menerapkan protokol kesehatan," ujarnya.

Dia mengatakan, COVID-19 ini bukan informasi hoax sehingga masyarakat harus waspada agar terhindar dari virus ini.

"Jaga diri dan keluarga kita dari COVID-19 dan selalu mematuhi protokol kesehatan yang berlaku," katanya.

Kepala Seksi survailance dan Imunisasi Dinas Kesehatan Solok Selatan, Mega Verta Christina mengatakan, pemerintah daerah meningkatkan tracking dan tracing kasus kontak erat untuk

mengantisipasi penyebaran COVID-19 di daerah itu.

"Imunisasi bagi tenaga kesehatan masih terus berlanjut dan sampai saat ini sudah 80 Nakes yang registrasi," katanya.
Pewarta :
Editor: Hendra Agusta
COPYRIGHT © ANTARA 2021

Komentar