7.080 orang guru dari sekolah negeri di Tanah Datar telah jalani tes usap

id berita tanah datar,berita sumbar,usap

7.080 orang guru dari sekolah negeri di Tanah Datar telah jalani tes usap

Juru bicara percepatan dan penanganan COVID-19 Kabupaten Tanah Datar, Sumatera Barat Roza Mardiah. (Antarasumbar/Etri Saputra)

Kita baru melakukan screening COVID-19 bagi sekolah negeri,
Batusangkar (ANTARA) - Juru bicara percepatan dan penanganan COVID-19 Kabupaten Tanah Datar, Sumatera Barat, Roza Mardiah mengatakan sebanyak 7.080 orang tenaga pendidik di daerah itu telah menjalani tes usap sebelum pembelajaran tatap muka dilangsungkan.

"Mereka merupakan tenaga pendidik dari sekolah negeri dan ditemukan puluhan guru yang dinyatakan positif COVID-19," kata Roza Mardiah di Batusangkar Selasa.

Ia mengatakan tes usap dikalangan tenaga pendidik adalah sebagai salah satu syarat dimulainya pembelajaran tatap muka sesuai dengan surat kesepakatan bersama empat menteri.

Hal itu bertujuan untuk memutus dan menghindari terjadinya klaster baru penyebaran COVID-19 di Kabupaten Tanah Datar.

Ia mengatakan untuk saat ini di Tanah Datar penyaringan COVID-19 baru dilakukan untuk sekolah negeri saja. Sedangkan untuk sekolah swasta pihaknya masih menunggu koordinasi dan data dari Dinas Pendidikan setempat.

Meski demikian, ia mengaku akan tetap melanjutkan tes bagi tenaga pendidik yang belum mengikuti tes usap.

"Kita baru melakukan screening COVID-19 bagi sekolah negeri dari berbagai tingkatan sekolah dan masih ada juga guru yang belum dan akan kita lakukan swab. Sementara untuk swasta kita masih menunggu data dari Dinas Pendidikan dulu," katanya.

Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Tanah Datar, Riswandi mengatakan selama pelaksanan pembelajaran tatap muka semua siswa diimbau disiplin dalam menerapkan protokol kesehatan.

Pihaknya juga akan menutup sekolah yang melaksanakan pembelajaran tatap muka jika ada ditemukan satu orang baik guru maupun siswa yang positif COVID-19.

"Kalau satu saja guru atau mungkin siswa positif misalnya dalam perjalanan menuju sekolah maka kegiatan dan sekolahnya ditutup," katanya.

Pewarta :
Editor: Hendra Agusta
COPYRIGHT © ANTARA 2021

Komentar