Lapas Padang gulirkan program rehabilitasi medis-sosial untuk 100 warga binaan

id berita padang,berita sumbar,lapas

Lapas Padang gulirkan program rehabilitasi medis-sosial untuk 100 warga binaan

Kepala Kantor Wilayah Kementerian Hukum dan HAM Sumbar, R Andika Dwi Prasetya saat membuka kegiatan rehabilitasi medis dan sosial di Lapas Padang, Rabu (20/1). (antarasumbar/Istimewa)

Jika kembali melakukan pelanggaran pidana maka dapat disampaikan pada aparat penegak hukum untuk menjatuhkan pidana maksimal,
Padang (ANTARA) - Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas II A Padang, Sumatera Barat (Sumbar) menggulirkan program rehabilitasi medis dan sosial bagi 100 warga binaan yang tersangkut kasus penyalahgunaan narkoba.

"Rehabilitasi ini diharapkan bisa menjaga narapidana agar benar-benar bersih dan lepas dari jeratan narkoba," kata Kepala Kanwil Kemenkumham Sumbar, R Andhika Dwi Prasetya di Padang, Rabu.

Ia meminta agar 100 warga yang ikut program rehabilitasi medis dan sosial bisa mengikutinya sepenuh hati.

Program tersebut dikaksanakan secara simbolis di Lapas Padang dan dihadiri oleh Kepala Divisi Pemasyarakatan Kanwil Kemenkumham Sumbar, Budi A Situngkir, Kabid Rehabilitasi BNNP Josrijal, dan lainnya.

Ia menjelaskan rehabilitasi merupakan pemulihan kapasitas fisik dan mental kepada kondisi atau keadaan sebelumnya.

Bagi seorang penyalahguna atau pecandu narkoba, rehabilitasi merupakan sebuah proses yang harus dijalani dalam rangka full recovery (pemulihan sepenuhnya), untuk hidup normal, mandiri, dan produktif di lingkungan masyarakat nanti.

Pada sisi lain, Andika mewanti para narapidana yang mengikuti program rehabilitasi agar tidak kembali terlibat kasus narkotika.

"Jika kembali melakukan pelanggaran pidana maka dapat disampaikan pada aparat penegak hukum untuk menjatuhkan pidana maksimal," tegasnya.

Sementara Kepala Lapas Padang, Era Wiharto mengatakan rehabilitasi medis dan sosial akan berjalan secara bertahap selama dua semester.

"Mereka akan mengikuti program-program yang telah disiapkan untuk rehabilitasi," katanya.

Pewarta :
Editor: Hendra Agusta
COPYRIGHT © ANTARA 2021

Komentar