BBPPKS Padang akan bekali ASN dan masyarakat tentang pekerjaan sosial

id berita padang,berita sumbar,sosial

BBPPKS Padang akan bekali ASN dan masyarakat tentang pekerjaan sosial

Kepala BBPPKS Regional I Sumatera Beni Sujanto saat memaparkan tentang pelatihan pekerjaan sosial untuk ASN dan Masyarakat. (antarasumbar/Mutiara Ramadhani)

Setelah mendapat pelatihan lalu mereka akan melakukan praktek pekerjaan sosial dan itu bisa mereka implementasikan dalam tugas keseharian di dunia pekerjaannya,
Padang (ANTARA) - Balai Besar Pendidikan dan Pelatihan Kesejahteraan Sosial (BBPPKS) Padang akan memberi pelatihan mengenai pekerjaan sosial kepada Aparatur Sipil Negara (ASN) dan masyarakat pada awal Februari 2021.

Kepala BBPPKS Regional I Sumatera, Beni Sujanto di Padang, Senin, mengatakan tujuan pelatihan itu untuk meningkatkan kompetisi pembangunan kesejahteraan sosial.

"Ada dua kategori SDM yang diberi pelatihan pertama berasal dari ASN targetnya dan yang kedua berasal dari masyarakat kemudian yang jadi prioritas nasional saat ini diarahkan pada masyarakat para pendamping Program Keluarga Harapan (PKH) dengan target 1000 pendamping," kata Beni.

Ia mengatakan untuk ASN target ada 60 orang yang ditujukan pada para pegawai di lingkup instansi sosial seperti Dinas Sosial (Dinsos) baik tingkat kabupaten atau kota maupun provinsi atau PLT Kemensos bagi mereka yang menjabat atau menjadi staff agar mendapat pengetahuan dasar tentang pekerjaan sosial.

"Setelah mendapat pelatihan lalu mereka akan melakukan praktek pekerjaan sosial dan itu bisa mereka implementasikan dalam tugas keseharian di dunia pekerjaannya," ucapnya.

Lama pelatihan bagi ASN disesuaikan dengan kurikulum yang ada, untuk Pelatihan Dasar Pekerjaan Sosial (PDPS) yang diperuntukkan bagi para pegawai berlangsung selama 110 jam pelatihan atau diselesaikan dalam waktu 11 hari.

Pegawai yang mengikuti pelatihan akan diberi surat tugas dan dibebaskan dari pekerjaan kantornya selama mengikuti pelatihan dan harus menyelesaikan pelatihan sampai akhir.

Beni mengatakan untuk pelatihan yang diterima oleh para pendamping PKH sebelumnya adalah mengenai peningkatan pengetahuan keluarga sedangkan pada tahun ini mereka dibekali mengenai penanganan stunting.

Ia akan merekrut para pendamping PKH berdasarkan daerah yang kasus stuntingnya paling tinggi yang berada di wilayah kerja BBPPKS Regional I Sumatera dengan mengambil data dari Kantor Sekretariat Negara.

"Melalui pembekalan yang diterima maka para pendamping bisa memberikan wawasan, pengetahuan, bahkan keterampilan kepada masyarakat untuk menjalani pola hidup sehat sehingga nanti kasus stunting bisa dikurangi mulai dari ibu hamil, anak-anak, remaja dan seterusnya," ujarnya.

Untuk pemateri, pihaknya akan bekerjasama dengan Dinas Kesehatan untuk para ahlinya dalam stunting, serta dengan Dinsos untuk perubahan sikap bagaimana masyarakat paham tentang stunting dan bagaimana sikap masyarakat bisa melakukan penanganan terhadap persoalan stunting.

Proses pelatihan direncanakan akan berlangsung secara daring dan luring dikarenakan masih dalam situasi pandemi COVID-19 dan anggaran berasal dari APBN Kemensos namun pihaknya juga melakukan kerjasama dengan Dinsos di daerah-daerah dengan menggunakan APBD masing-masing.

"Kami mendorong dan mengajak beberapa Dinsos di daerah untuk melakukan bimbingan pelatihan yang anggarannya disiapkan oleh APBD masing-masing, contohnya dengan Dinsos Pekanbaru akan ada pelatihan selama lima hari pada awal Februari dan anggarannya dari mereka," ujarnya.

Pewarta :
Editor: Hendra Agusta
COPYRIGHT © ANTARA 2021

Komentar