PMI Kota Solok serahkan bantuan untuk warga terdampak banjir

id berita solok,berita sumbar,banjir

PMI Kota Solok serahkan bantuan untuk warga terdampak banjir

PMI Kota Solok serahkan bantuan untuk warga terdampak banjir. (antarasumbar/Istimewa)

Alhamdulillah sudah diterima langsung oleh lurah terkait,
Solok (ANTARA) - Palang Merah Indonesia (PMI) Kota Solok menyerahkan paket bantuan dari PMI Provinsi Sumatera Barat untuk warga yang terdampak banjir di kota itu pada beberapa waktu lalu.

Sekretaris PMI Kota Solok, Ronni D Daniel di Solok, Senin, mengatakan bantuan ini merupakan sebagai bentuk kepedulian PMI terhadap warga terdampak banjir di Kota Solok.

Ia menyebutkan bantuan yang diserahkan berupa hygienis kit sebanyak 20 paket, 20 baskom, baju baru ukuran dewasa 150 helai, familly tend delapan unit, terpal 40 bidang, paket sekolah 20 paket, handuk 400 helai, kain sarung 220 helai, 200 piring plastik, dan 200 gelas plastik," kata dia.

Selain itu, bantuan tersebut diserahkan langsung ke posko-posko siaga banjir yang ada di masing-masing kelurahan yang terdampak banjir.

"Alhamdulillah sudah diterima langsung oleh lurah terkait," ujar dia.

Di samping itu, menurut Kepala Bidang Kualitas Hidup Perempuan, Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Kota Solok, Yusnel Faroza bersama Kasi Pengarusutamaan Gender setempat Vera Ervina gender menjadi salah satu permasalahan yang muncul pada saat bencana.

"Perempuan seringkali dianggap sebagai masyarakat yang lemah sehingga peran perempuan saat dan setelah bencana sangatlah minim," ucap dia.

Ia mengatakan biasanya kondisi kerentanan bencana semakin diperparah setelah bencana. Kemudian perempuan korban bencana seringkali belum mendapatkan perhatian khusus di lokasi pengungsian.

Hal tersebut dikarenakan peranan perempuan setelah bencana masih sangat minim. Keterlibatan perempuan seringkali hanya pada tahap pengelolaan bahan makanan. Selain itu, perempuan yang terlibat seringkali bukan merupakan perempuan korban bencana melainkan relawan.

Perempuan dapat melakukan pemberdayaan masyarakat dalam bencana karena keterampilan dan kapasitas perempuan pada saat melakukan kegiatan domestik di rumah seperti menjaga anak, mencuci, dan membersihkan rumah.

"Untuk itu, perlu adanya sosialisasi dan edukasi mengenai pentingnya strategi pengarusutamaan gender saat bencana, khususnya pasca bencana," kata dia.

Sosialisasi dan edukasi untuk memperkuat strategi pengarusutamaan gender saat situasi pasca bencana dilakukan dengan pemberian materi mengenai pemulihan trauma/trauma healing akibat bencana.

Menurutnya perempuan memiliki kemampuan sebagai caregivers yang lebih baik jika dibandingkan dengan laki-laki. Oleh sebab itu, pemberdayaan perempuan saat situasi pasca bencana menjadi aspek yang perlu diperhatikan dalam siklus penanggulangan bencana.

Pewarta :
Editor: Hendra Agusta
COPYRIGHT © ANTARA 2021

Komentar