Kejari Pariaman minta Pemkot memikirkan aspek sosial penetapan kepemilikan kios pasar

id berita pariaman,berita sumbar,pasar

Kejari Pariaman minta Pemkot memikirkan aspek sosial penetapan kepemilikan kios pasar

Salah seorang pekerja dan wartawan berada di dalam bangunan Pasar Rakyat Pariaman, Sumbar. (Antarasumbar/Aadiaat M.S.)

Maka yang tidak mendapatkan kios ini juga harus dipikirkan,
Pariaman (ANTARA) - Kejaksaan Negeri (Kejari) Kota Pariaman, Sumatera Barat meminta pemerintah kota (Pemkot) setempat untuk memikirkan aspek sosial dalam penetapan kepemilikan kios Pasar Rakyat Pariaman yang pembangunannya hampir rampung.

"Kami melihat jumlah pedagang lebih banyak dari pada kios tersedia (di Pasar Rakyat Pariaman)," kata Kajari Pariaman, Azman Tanjung di Pariaman, Kamis.

Ia mengatakan dengan sedikitnya kios pasar tersebut maka, menurutnya berpotensi terjadi permasalahan sosial yang berakibat pada aspek hukum di kemudian hari.

Hal tersebut, lanjutnya terjadi karena pedagang yang tidak memiliki kartu kuning tidak mendapatkan kios di pasar yang dibangun pemerintah pusat dengan dana sekitar Rp100 juta tersebut.

"Maka yang tidak mendapatkan kios ini juga harus dipikirkan," katanya.

Ia menyampaikan pihaknya siap memberikan pandangan dari aspek sosial secara resmi jika hal tersebut diminta.

Namun, lanjutnya pihaknya berharap pedagang di pasar tersebut dapat menerima keputusan yang yang dibuat oleh Pemkot Pariaman.

Sementara Kepala Dinas Perindustrian Perdagangan Koperasi dan UKM Kota Pariaman, Gusniyetti Zaunit mengatakan pihaknya telah melakukan sosialisasi kepada pedagang pasar terkait dengan kepemilikan kios.

"Yang mendapatkan kios di Pasar Rakyat Pariaman diutamakan yang memiliki kartu kuning," kata dia.

Ia menyampaikan apabila kios di pasar tersebut berlebih untuk pemilik kartu kuning maka akan ditawarkan kepada pedagang yang tidak memiliki kartu.

Sebelumnya Pemerintah Kota Pariaman, Sumatera Barat akan meminta Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (KemenPUPR) untuk menerapkan sistem hibah sementara terhadap Pasar Rakyat Pariaman agar infrastruktur yang dibangun dengan dana sekitar Rp100 miliar tersebut dapat dioperasikan Maret 2021.

"Realisasi pembangunan Pasar Rakyat Pariaman hingga akhir 2020 telah mencapai 95 persen, dan sekarang dalam tahapan 'finishing' (penyempurnaan). Direncanakan pembangunannya selesai pertengahan Februari 2021," kata Gusniyetti.

Ia mengatakan setelah pengerjaan pembangunan pasar selesai dan proses serah terima telah dilakukan antara kementerian dengan pelaksana pembangunan maka pihaknya akan mengirimkan surat permintaan hibah pasar ke KemenPUPR.

Pewarta :
Editor: Hendra Agusta
COPYRIGHT © ANTARA 2021

Komentar