Banjir Solok juga putuskan banyak pipa PDAM, akibatnya sejumlah daerah kesulitan air bersih

id berita kabupaten solok,berita sumbar,air

Banjir Solok juga putuskan banyak pipa PDAM, akibatnya sejumlah daerah kesulitan air bersih

Seorang guru membersihkan berkas-berkas yang terendam banjir. (AntaraSumbar/Laila Syafarud)

Sumber air bersih di Kabupaten Solok berasal dari mata air dan penyalurannya di beberapa daerah melewati sungai-sungai,
Arosuka (ANTARA) - Pendistribusian air bersih sejumlah daerah di Kabupaten Solok, Sumatera Barat terganggu akibat banjir yang melanda daerah itu sejak Selasa (12/1).

Direktur Utama PDAM Kabupaten Solok, Ardinal di Arosuka, Rabu, mengatakan pendistribusian air bersih tersebut terganggu karena pipa saluran air banyak yang putus akibat banjir.

Ia mengatakan pendistribusian air bersih hanya terputus di beberapa daerah saja seperti di daerah di Muara Panas, Kecamatan Kubung, dan di daerah Cupak. Namun di beberapa daerah lainnya pendistribusian air bersih berjalan lancar.

"Sumber air bersih di Kabupaten Solok berasal dari mata air dan penyalurannya di beberapa daerah melewati sungai-sungai," kata dia.

Ia menyebutkan seperti di daerah di Muara Panas sumber airnya berasal dari mata air perambahan, Kecamatan Kubung dari sungai buntuang daerah Jawi-jawi, dan daerah Cupak bersumber dari batang Sumani di daerah Gantung Ciri.

Menurutnya karena derasnya aliran sungai akibat hujan menyebabkan terjadinya banjir dan pipa yang berada di dekat sungai pun putus karena tidak mampu menahan air.

Ia mengatakan saat ini pihaknya terus berupaya untuk memperbaiki saluran pipa yang putus agar masyarakat segera mendapatkan air bersih.

"Apa lagi usai banjir ini, tentu masyarakat sangat membutuhkan air bersih untuk membersihkan perabot mereka yang terkena banjir," ujar dia.

Selain itu, seorang warga Kecamatan Kubung, Lena (53) mengaku kesulitan membersihkan perabot rumahnya yang terkena banjir. Karena sejak Selasa (12/1) saluran air di rumahnya mati.

"Kami berharap air PDAM segera hidup. Karena satu-satunya sumber air bersih hanya dari sana. Karena kami juga tidak punya sumur," kata dia.

Ia menyebutkan beberapa perabot rumahnya berupa kasur, tikar, kulkas, dan lemari ikut terendam banjir yang terjadi kemarin.

"Ditambah lagi beberapa pakaian saya yang terendam banjir masih belum sempat dicuci karena belum ada air," kata dia.

Pewarta :
Editor: Hendra Agusta
COPYRIGHT © ANTARA 2021

Komentar