Pemkot Payakumbuh tunggu petunjuk untuk sosialisasikan vaksin COVID-19

id berita payakumbuh,berita sumbar,vaksin

Pemkot Payakumbuh tunggu petunjuk untuk sosialisasikan vaksin COVID-19

Kepala Dinas Kesehatan Kota (DKK) Kota Payakumbuh Bakhrizal. (antarasumbar/HO)

Kalau dari informasi yang didapatkan saat ini dan itu juga tidak dari surat resmi, vaksinasi awal akan diberikan kepada tenaga kesehatan, TNI dan Polri. Namun bagaimana detailnya juga belum dapat,
Payakumbuh (ANTARA) - Pemerintah Kota (Pemkot) Payakumbuh, Sumatera Barat masih menunggu petunjuk atau pedoman dari pemerintah pusat untuk memulai menyosialisasikan kepada masyarakat terkait vaksinasi virus corona jenis baru atau COVID-19.

Kepala Dinas Kesehatan Kota (DKK) Kota Payakumbuh, Bakhrizal di Payakumbuh, Rabu, mengatakan hingga saat ini pihaknya baru mendapatkan petunjuk secara umum dalam proses vaksinasi COVID-19.

"Kalau dari informasi yang didapatkan saat ini dan itu juga tidak dari surat resmi, vaksinasi awal akan diberikan kepada tenaga kesehatan, TNI dan Polri. Namun bagaimana detailnya juga belum dapat," kata dia.

Sedangkan untuk masyarakat secara luas, pihaknya belum mendapatkan informasi seperti masyarakat yang akan divaksinasi, lokasi vaksinasi dan berapa kali akan dilakukan vaksinasi.

"Kami tentu akan memulai ketika petunjuknya sudah jelas, sehingga nanti ketika sosialisasi kepada masyarakat kami juga dapat menjelaskannya dengan baik," ujarnya.

Bakhrizal mengatakan bahwa saat ini perkembangan kasus COVID-19 di Payakumbuh relatif menurun dan terkendali terbukti dengan zonasi daerah tersebut yang saat ini masuk ke zona kuning.

"Penambahan hari ini (Rabu) ada penambahan delapan kasus dan yang sehat itu ada enam pasien. Penambahan kasus dalam beberapa waktu terakhir masih terkendali," kata dia.

Ia mengatakan hingga saat ini total kasus positif COVID-19 di Payakumbuh sebanyak 553 kasus dengan delapan orang diantaranya dinyatakan meninggal.

"Kalau pasien positif COVID-19 yang sembuh sebanyak 471 orang atau jika dipersentase kan itu sudah di atas 80 persen, mudah-mudahan kasus sembuh terus meningkat," ujarnya.

Ia mengatakan kluster dari seluruh jumlah kasus positif tersebut sudah beragam, mulai dari kluster ASN, perkantoran hingga kluster masyarakat yang penyebarannya didominasi karena kontak langsung dengan pasien positif COVID-19.

"Bersyukurnya, saat ini tingkat kesadaran masyarakat memeriksakan diri setelah kontak dengan pasien positif sudah tinggi. Sehingga juga memudahkan kami dalam melacak kontak," ujarnya.

Pewarta :
Editor: Hendra Agusta
COPYRIGHT © ANTARA 2021

Komentar