Hasil tangkapan nelayan Agam 4.000 ton selama 2020

id berita agam,berita sumbar,nelayan

Hasil tangkapan nelayan Agam 4.000 ton selama 2020

Kepala Dinas Perikanan dan Ketahanan Pangan Kabupaten Agam, Ermanto. (antarasumbar/Istimewa)

Dengan kondisi itu, nelayan tidak berani melaut,
Lubukbasung (ANTARA) - Dinas Perikanan dan Ketahanan Pangan Kabupaten Agam, Sumatera Barat mencatat hasil tangkapan nelayan di sepanjang garis pantai Tiku, Kecamatan Tanjungmutiara, Agam 4.000 ton selama Januari- Oktober 2020.

"Hasil tangkapan itu berupa tongkol, tuna, sarden dan lainnya," kata kata Kepala Dinas Perikanan dan Ketahanan Pangan Agam, Ermanto didampingi Kabid Perikaan Tangkap, Erianto di Lubukbasung, Kamis.

Ia mengatakan, hasil tangkapan itu dengan alat tangkap jaring dasar dibawah lima Gross Tonage (GT) sebanyak 442 unit, bagan 20 unit dan tonda 41 unit.

Dibandingkan 2019, tambahnya hasil tangkap nelayan berkurang 3.991 ton karena tahun sebelumnya hasil tangkapan 7.991 ton.

Berkurangnya hasil tangkapan nelayan itu akibat faktor cuaca, karena beberapa bulan lalu angin kencang melanda daerah itu mengakibatkan gelombang tinggi.

"Dengan kondisi itu, nelayan tidak berani melaut, karena beresiko terhadap keselamatan nelayan," katanya.

Ia menambahkan, hasil tangkapan ikan juga berkurang akibat terumbu karang di perairan Pantai Tiku juga dalam kondisi rusak.

Ini akibat alat tangkap dan penangkapan ikan menggunakan racun.

Salah seorang nelayan Tiku, Adang (52) mengakui kondisi terumbu karang sudah rusak, sehingga ikan berkurang di daerah itu.

Untuk mengatasi itu, para nelayan memasang rumpon secara swadaya di perairan.

"Rumpon dengan fungsi sebagai pembantu untuk menarik perhatian ikan agar berkumpul di suatu tempat yang selanjutnya diadakan penangkapan," katanya. ***1***

Pewarta :
Editor: Hendra Agusta
COPYRIGHT © ANTARA 2021

Komentar