178 orang pengawas TPS di Pariaman ikuti tes cepat

id berita pariaman,berita sumbar,ptps

178 orang pengawas TPS di Pariaman ikuti tes cepat

Petugas medis sedang mengambil sampel darah pengawas TPS di Bawaslu Pariaman, Sumbar. (antarasumbar/Istimewa)

Tiga hari menjelang hari pemilihan semua PTPS harus sehat atau bebas dari COVID-19,
Pariaman (ANTARA) - Sebanyak 178 orang pengawas tempat pemungutan suara (PTPS) di Kota Pariaman, Sumatera Barat mengikuti tes cepat atau 'rapid test' guna menghadapi pemilihan gubernur dan wakil gubernur provinsi setempat.

"Kami ingin memastikan seluruh pengawas TPS yang akan bertugas pada 9 Desember 2020 tidak terpapar COVID-19," kata Ketua Badan Pengawas Pemilihan Umum (Bawaslu) Kota Pariaman, Riswan di Pariaman, Kamis.

Ia mengatakan untuk memastikan hal tersebut pihaknya melaksanakan tes cepat dan apabila ada hasilnya yang reaktif maka pihaknya akan berkoordinasi dengan dinas terkait.

Ia menyampaikan pelaksanaan tersebut juga sebagai upaya untuk melindungi anggotanya serta pemilih di TPS dari COVID-19.

"Tiga hari menjelang hari pemilihan semua PTPS harus sehat atau bebas dari COVID-19," katanya.

Tugas dari PTPS tersebut yaitu mengawasi pelaksanaan di hari pemilihan dan penghitungan suara serta penerapan protokol kesehatan di TPS.

Meskipun pengawas TPS tersebut bertugas mengawasi pelaksanaan pemilihan namun jajaran Bawaslu itu juga ikut mengawasi pelaksanaan kampanye.

Pihaknya menyampaikan beberapa bulan lalu Bawaslu Pariaman juga melaksanakan tes cepat untuk pengawas kelurahan dan desa yang tujuannya memastikan kesehatan personelnya dalam mengawasi proses pemilihan kepala daerah tingkat provinsi di daerah itu.

Sebelumnya Bawaslu Kota Pariaman, merekrut 178 orang pengawas TPS guna menyukseskan Pilkada tingkat provinsi.

"Satu pengawas untuk satu TPS, dan jumlah pengawas TPS itu sudah termasuk di Lapas Pariaman," kata Riswan.

Ia menjelaskan tugas utama dari pengawas tersebut mengawasi jalannya Pilkada pada hari pemilihan yaitu 9 Desember 2020 mulai dari awal pelaksanaan hingga penghitungan di TPS.

"Namun tugasnya bukan itu saja karena pengawas TPS terbentuk 23 hari sebelum hari pemilihan dan dibubarkan tujuh hari setelah hari pemilihan," lanjut dia.

Teks foto

Petugas medis sedang mengambil sampel darah pengawas TPS di Bawaslu Pariaman, Sumbar. Antara/ist.

Pewarta :
Editor: Hendra Agusta
COPYRIGHT © ANTARA 2021

Komentar