Wakili Indonesia, SMAN3 Padang Panjang ikuti koferensi tiga negara

id Fadly amran, padang panjang, koferensi, sman, covid

Wakili Indonesia, SMAN3 Padang Panjang ikuti koferensi tiga negara

Siswa SMAN 3 Padang Panjang sedang konferensi 3 negara (Antara/ist)

Padang Panjang (ANTARA) - SMAN 3 Kota Padang Panjang, Sumatera Barat menjadi salah satu perwakilan Indonesia dalam International Online Conference 2020 yang diadakan ALCoB Cooperative Project (ACP) 2020.

Turut mensupport dan mendampingi mereka, Walikota, H Fadly Amran, BBA Datuak Paduko Malano, Rabu.

ALCoB sendiri merupakan singkatan dari APEC Learning Community of Builders, di mana negara-negara yang tergabung di dalam APEC melakukan kerjasama secara berkesinambungan di dalam dunia pendidikan.

“Pada kondisi pandemi COVID-19 ini, ALCoB merancang sebuah program yang diberi nama Virtual Conference. Program ini bertujuan menjalin komunikasi, saling berbagi informasi antarnegara dalam setiap hal yang berhubungan dengan pandemi Covid-19,” jelas Kepala SMAN 3, Devi Haryanti, M.Pd.

Kata Devi, pihaknya bersama SMKN 6 Palembang menjadi perwakilan dari Indonesia. Kegiatan ini diikuti Seoul Technical High School dari Korea Selatan dan juga SMK Sungai Kertas, Malaysia.

Devi menjelaskan, kegiatan virtual konferensi ini sudah kali kedua dilaksanakan. Yang pertama telah digelar pada 7 Oktober 2020 lalu.

Pada kegiatan ini, ungkap Devi, temanya “The Impact of Covid-19 in Everyday Life” (pengaruh Covid-19 dalam kehidupan sehari-hari). Para peserta dibagi dalam beberapa aspek, yaitu ekonomi, education, social culture dan keagamaan.

“Dalam kegiatan sebelumnya, kami mengikutsertakan sebanyak 26 peserta yang terdiri dari 5 orang perwakilan guru dan 21 orang siswa, yang 6 di antaranya sebagai presenter. Kali ini berlima sebagai presenter dan ada pula observer,” ungkap Devi.

Di bagian observer, jelasnya, siswa cuma mengamati jalannya conference tersebut. Mereka tidak ada interaksi sama sekali. "Tapi kalau presenter, mereka berinteraksi, mempresentasikan slide show, kemudian ada di antara mereka bertanya dan saling share, saling exchange, saling berganti dalam membahas kasus pandemi Covid-19 yang terjadi di negaranya masing-masing," katanya, sembari menyebutkan, presentasi menggunakan bahasa Inggris.

Sementara itu, Walikota Fadly Amran yang juga mengikuti kegiatan tersebut secara virtual, menjelaskan bagaimana kesiapan Kota Padang Panjang menghadapi COVID-19 saat sekarang ini dan menyikapi nanti ketika sekolah sudah mulai normal di tahun 2021.

Di samping itu, Wako Fadly menggunakan bahasa Inggris yang begitu fasih juga memperkenalkan Kota Padang Panjang kepada peserta dari Korea Selatan dan Malaysia. Tentang alamnya serta keindahannya.

"Untuk program student exchange, Padang Panjang siap untuk men-support itu dan welcome sekali dengan program tersebut. Semoga ke depan, program ini bisa direalisasikan,” ucap Fadly.

Para sangat excited mengikuti kegiatan ini. Mereka senang karena bisa mengekspresikan diri, sekolahnya dan juga tahu lebih banyak bagimana kondisi teman lainnya di negara lain dalam menangani kasus pandemi COVID-19 ini.

Salah satunya, Syerli Akhla Rosa, seorang siswi XII IPS 1. Dia mengatakan, program ini sangat menambah wawasannya, terutama tentang bagaimana hubungan antarnegara.

"Melalui acara ini bisa jadi salah satu sarana menambah teman dari berbagai negara. Saya dapat mengetahui bagaimana dampak dari COVID-19 di berbagai negara dan bagaimana pemerintah dari berbagai negara menyikapi dampak dari COVID-19 tersebut," ujarnya.

Dalam acara ini, Syerli menampilkan slide presentasi tentang dampak dari pandemi Covid-19 khususnya untuk ekonomi dan destinasi wisata di Kota Padang Panjang.
Pewarta :
Editor: Siri Antoni
COPYRIGHT © ANTARA 2021

Komentar