KPU Pasaman Barat akomodir 442 orang pemilih disabilitas pada Pemilu serentak 2020

id berita pasaman barat,berita sumbar,pilkada

KPU Pasaman Barat akomodir 442 orang pemilih disabilitas pada Pemilu serentak 2020

KPU Pasaman Barat pastikan mengakomodir 442 pemilih disabilitas pada Pemilu serentak 9 Desember 2020. (antarasumbar/Istimewa)

Dari 442 itu terdiri dari 228 pria dan 214 wanita tersebar di 11 kecamatan yang ada di Pasaman Barat,
Simpang Empat (ANTARA) - Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kabupaten Pasaman Barat, Sumatera Barat (Sumbar) pastikan mengakomodir 442 orang pemilih disabilitas pada Pemilihan Umum Kepala Daerah (Pilkada) serentak 9 Desember 2020.

"Hak pilih mereka kita pastikan diberikan dan akan kita perlakukan khusus," kata Divisi Perencanaan Data dan Informasi, Alfi Syahrin di Simpang Empat, Senin.

Ia mengatakan dalam Daftar Pemilih Tetap (DPT) ada sekitar 442 pemilih disabilitas atau berkebutuhan khusus.

"Dari 442 itu terdiri dari 228 pria dan 214 wanita tersebar di 11 kecamatan yang ada di Pasaman Barat," sebutnya.

Menurutnya pemilih disabilitas itu dikategorikan dalam empat jenis disabilitas yakni disabilitas fisik, disabilitas intelektual, disabilitas mental, dan disabilitas sensorik.

Untuk disabilitas fisik sebanyak 197 pemilih yang terdiri dari 93 pria dan 104 wanita. Sementara untuk disabilitas intelektual sebanyak 33 pemilih yang terdiri dari 13 pria dan 33 wanita.

Selanjutnya disabilitas mental sebanyak 118 pemilih yang terdiri dari 68 pria dan 50 wanita dan disabilitas sensorik 94 pemilih yang terdiri dari 47 pria dan 47 wanita.

Ia menyebutkan pihaknya mengupayakan Tempat Pemungutan Suara (TPS) dapat diakses oleh kelompok disabilitas agar dapat menggunakan hak pilihnya sebagai warga negara Indonesia.

"Beda disabilitas, tentu beda pula kebutuhannya. Kita akan sesuaikan pelayanan di TPS sesuai jenis disabilitas masing-masing," katanya.

Ia mengatakan KPU memiliki catatan daftar pemilih di TPS mana saja ada pemilih disabilitas. Petugas TPS harus memberikan prioritas kepada kelompok disabilitas.

"Teknisnya sedang kita bicarakan. Peralatan seperti braille, kursi roda, templete dan lainnya akan kita siapkan," ujarnya.

Jika nanti ada pemilih disabilitas yang tidak sekolah atau tidak bisa membaca braille, boleh minta bantuan keluarga atau anggota KPPS dengan mengisi blanko yang sudah disediakan, sehingga semua bisa memilih sama dengan yang normal.

"Jika memang nanti ada pemilih disabilitas yang tidak bisa ke TPS maka petugas akan berupaya mendatangi mereka ke rumahnya," sebutnya.

Selain itu penerapan protokol kesehatan COVID-19 akan dilakukan dalam melakukan pemilihan baik ketika sedang menunggu panggilan, memilih dan usai melakukan pencoblosan.

Untuk Pemilu serentak 2020 jumlah DPT Pasaman Barat berjumlah 262.654 jiwa. Terdiri dari 130.431 pemilih pria dan 132.223 wanita serta 1.034 Tempat Pemungutan Suara (TPS).***2***

Pewarta :
Editor: Hendra Agusta
COPYRIGHT © ANTARA 2021

Komentar